Warisan

Apa itu Warisan? Apa yang terlintas dalam pikiran anda tentang warisan… Yang paling sering terpikir oleh kita ialah sejumlah uang, rumah, deposito dll yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Benar, memang seperti itu. Alkitab sendiri mengajarkan bahwa meninggalkan warisan dalam bentuk uang bagi anak-anak itu layak dihargai dan dipuji.

Amsal 19 : 14 :”Rumah dan harta adalah warisan (ayah) nenek moyang,…” Ams. 13 : 22 : “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya”

Namun sekalipun meninggalkan warisan dalam bentuk uang itu patut dipuji, ada batasan-batasan, bahkan ada bahayanya, apabil harta benda dunia ditinggalkan bagi anak-anak. Banyak anak mudah yang hidupnya hancur karena memperoleh kekayaan secara tiba-tiba, sedangkan mereka belum memiliki kedewasaan, bahkan karakter untuk mengelolanya dengan baik.

Orang baik pasti meninggalkan warisan yang baik untuk anak & cucunya. Warisan yang baik bukan hanya dalam bentuk harta benda saja, tetapi warisan ROHANI sangat penting sekali di dalam pembentukan karakter sang anak.

Apa itu warisan rohani ? yaitu KEHIDUPAN sang ayah… Pada abad ke-18 ada satu orang bernama Max Jukes         ( bukanlah orang beriman & tidak punya prinsip) dan orang kedua adalah Jonathan Edwards ( gembala & teolog serta cinta & taat kepada Tuhan). Inilah gambaran yang diperoleh mengenai 1.200 orang keturunan mereka yang diselidiki dan hasilnya keturunan Max Jukes menghasilkan pelacur, gelandangan, pecandu minuman keras, pembunuh dan diperkirakan merugikan negara 1,2 juta dolar. Sedangkan keturunan Jonathan Edwards menghasilkan pendeta, profesor, dokter hakim bahkan ada yang menjadi wakil presiden USA.

Pengaruh yang diberikan sang Ayah sangat menentukan pembentukan karakter sang anak… seringkali hal ini disepelekan oleh sebagian masyarakat yang mempunyai pengertian bahwa warisan adalah harta benda saja. (disadur dari “Warisan Abadi” by Steven J. Lawson)

Ada pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” seringkali dihubungkan dengan prilaku anak adalah hasil teladan dari sang ayah…. Mari kita para ayah belajar mengubah karakter kita menjadi teladan di tengah anak2 kita dengan Kasih. Selamat mencoba…….

Advertisements

2 thoughts on “Warisan

  1. Wah mengingatkan saya pada “video papi”. Memang benar bhw pria dapat menjadi pemberi identitas lewat ucapannya, penentu masa depan generasi lewat perbuatannya. Tks, 1…2…3….YESSS!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s