Biang keladi kehancuran Rumah Tangga (disadur dari “Suami Idaman” by Ed Cole)

Sebagai salah satu insani dalam keluarga, seorang pria bukanlah malaikat atau manusia super. Pria hanya seorang manusia ciptaan Tuhan dengan tujuan melayani dan memuliakan Dia. Satu-satunya jalan untuk mencapai hal tersebut adalah menjadi PRIA SEJATI (Pria yang sesuai dengan rencana Allah yang berfokus serupa dengan Kristus). Untuk menjadi Pria Sejati banyak tantangan besar yang dihadapi. Salah satunya adalah KEBUDAYAAN kita. Kebudayaan terdiri dari adat istiadat, tradisi, seni, musik, bahasa, kesusatraan, dan institusi-institusi. Kebudayaan kita dicemari dengan penyebaran prilaku amoral yang terus menerus, yang melemahkan hidup keluarga, mengembangkan sikap tidak hormat terhadap otoritas, dan memandang rendah pertanggungjawaban pribadi.

Dalam dua perumpamaan Tuhan Yesus menjelaskan hal ini. Pertama perumpamaan anak hilang yang menggambarkan kekuatan budaya berfoya-foya menyeret anak bungsu untuk memberontak keluar dari lingkungan Bapanya yang dipenuhi peraturan-peraturan. Bagian yang menarik dari kisah ini adalah bukan Iblis yang menyebabkan anak yang hilang meninggalkan “rumah Bapanya”. Anak muda itu sendiri yang ingin pergi, membawa uangnya, lari, dan melakukan segala sesuatu yang diingin hatinya. Mengapa? Daya tarik kebudayaan dengan “hidup yang penuh pesta pora”

Kedua perumpamaan penabur. Dalam empat benih yang ditabur : Benih pertama dimakan oleh burung-burung sebagai lambang iblis sehingga benih itu tidak bertumbuh; benih keempat tumbuh subur. Benih ketiga dan keempat tidak bertumbuh karena pengaruh kebudayaan yaitu Penindasan, penganiayaan serta tipu daya kekayaan, kesenangan, keinginan hati serta hawa nafsu. Jadi 50 % benih gagal bertumbuh karena pengaruh Kebudayaan.  Jatuhnya bangsa Israel di Tanah Kanaan juga karena pengaruh Kebudayaan bangsa-bangsa di Tanah Kanaan sehingga mereka jatuh dalam penyembahan berhala, perzinahan dll.

Saat ini pengaruh kebudayaan sangat cepat dapat tersebar lewat komunikasi media, internet dll. Pengaruh sex bebas, narkoba, perceraian begitu terang-terangan diberitakan oleh media TV, surat kabar bahkan menjadi mode dalam kehidupan para selebritas yang setiap hari ditonton oleh keluarga-keluarga dari anak kecil, remaja, pemuda bahkan dewasa.

Bagaimana untuk berperang melawan hal tersebut? Tidak lain sebagai orang yang percaya Kristus, kita harus mengisi pemikiran kita dengan firman Tuhan, buku-buku rohani yang mengembangkan wawasan kekudusan, etika moral dll. Pria sebagai seorang kepala keluarga wajib untuk memuridkan anak dan istrinya dalam wawasan pemikiran firman Tuhan baik dalam pengajaran verbal dan keteladanan. Setiap hari kita harus membaca, merenungkan dan mempraktekkan firman-Nya serta mengajarkan anak-anak dan istri kita dalam hal-hal yang baik. Seorang pria harus berperan sebagai Imam di tengah keluarganya dengan berdoa, mendengar dan melayani anak dan istrinya…. Hal itulah yang menjadi bagian kita memerangi kebudayaan yang telah rusak, karena Kristus sendiri yang akan memimpin anda menuju keberhasilan…. Amin

Advertisements

One thought on “Biang keladi kehancuran Rumah Tangga (disadur dari “Suami Idaman” by Ed Cole)

  1. Cecilia Japhar Sayangnya “buanyak” pria2 gak tau diri, gak tau & gak mau tau “kewajibannya” ! yg mereka kejar pokoknya : “menuntut HAK” melulu dan kmd menuding wanita/istri2 mrk ( persis kelakuan Adam terhdp Hawa ). Akhir Zaman ini,di butuhkan Kebangkitan Pria2 Sejati, spy terbit Istri2 Bijak & Anak2 yg Illahi. Pria2… Lakukan dulu Kewajibanmu – mk Allah akan memperhatikan Hak-mu!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s