Bagaimana membuat diri kita benar di dalam hubungan pernikahan? (Ed Cole “Suami Idaman’)

Menikah itu mudah. Mempertahankannya itulah tantangannya. Pada hari pernikahan dari luar segala sesuatu tampak baik, tetapi apa yang ada di dalam hati selalu akan muncul ke permukaan. Walaupun untuk beberapa saat seseorang dapat mengelabui orang lain, jika ia tidak mempunyai sesuatu di dalam dirinya, ia tidak dapat mencapai tujuan karena ketika daya tarik sudah memudar, yang tinggal pada anda hanyalah KARAKTER. Banyak suami yang terlambat menyadari prinsip ini, demikian juga sang istri.

KARAKTER YANG BAIK merupakan satu-satunya perkara yang dapat membuat kita benar, khususnya dalam mempertahankan hubungan di dalam pernikahan. Karakter merupakan masalah pokok dalam kehidupan seseorang, dalam segala HUBUNGAN, dan di dalam PANDANGAN ALLAH. Cacat dalam karakter merupakan masalah banyak orang, baik secara individu maupun korporat, kelompok serta bangsa. Setiap generasi menentukan masa depannya sendiri dengan memperhatikan atau mengabaikan pentingnya masalah karakter.

Bagaimana mengatasi masalah karakter ? Pembentukan karakter dimulai dalam sebuah keluarga sedini mungkin. Riset George Barna menunjukkan bahwa prilaku dan kepercayaan seseorang seumur hidupnya biasanya dibentuk selama masa anak-anak dan remaja awal. Perkembangan moral-spiritual dimulai sejak usia 2 tahun dan sebagian besar dasar-dasar moral dan spiritual diletakkan hingga usia 9 tahun dan jika konsisten dalam usia 13 tahun kita dapat melihat kondisi awal karakter yang baik untuk bekal dewasa nanti.

KETIADAAN AYAH di dalam sebuah keluarga memicu munculnya KARAKTER yang BURUK. Ketiadaan ayah bisa terjadi karena perceraian, ayah yang tidak berfungsi secara maksimal serta konflik rumah tangga yang berkepanjangan. Teladan dan gambaran yang buruk dari seorang ayah selalu cepat diserap seorang anak yang mengakibatkan anak mengikutinya.. (ingat dosa bapa turun kepada anak-anaknya, bukan dosa ibu (Kel. 20:5)).

Persoalan pernikahan dan keluarga anda dan karakter yang anda kembangkan di dalam diri anda sendiri, akan menentukan perjalanan keluarga, gereja bahkan bangsa kita sendiri.

Jika anda mengalami hal tersebut yaitu tidak adanya bimbingan seorang ayah, pertolongan yang kita butuhkan hanya dapat diperoleh dari BAPA YANG KEKAL. Tuhan Yesus disebut “batu penjuru”. Itulah Dia. Ia adalah batu penjuru dari karakter anda. Batu karang yang diatasnya anda dapat membangun suatu pernikahan, suatu keluarga yang melahirkan generasi-generasi ilahi bahkan suatu Kerajaan.

Belajarlah kepada-Nya lewat membaca, merenungkan Firman-Nya setiap hari. Jika anda menabur dalam pikiran anda hal yang baik, anda akan menuai tindakan yang baik. Jika anda menabur tindakan yang baik, anda akan menuai kebiasaan/karakter yang baik. Jika anda menabur karakter yang baik anda juga akan menuai MASA DEPAN yang baik. Tuhan Yesus tidak pernah mencelakakan anda, tetapi IA akan membimbing anda lewat Roh Kudus ke dalam seluruh Kebenaran yang akan membentuk karakter anak Raja. Jika pernikahan itu adalah maket sebuah hubungan kasih Tuhan kepada jemaat-Nya (Ef. 5 : 25) maka hubungan pernikahan anda akan langgeng karena karakter Kasih begitu kuat mendasarinya…

Mari kita membuat diri kita terang dan garam di mulai dari keluarga anda dengan karakter yang dibangun di atas firman-Nya..

Selamat berlatih….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s