PENGAMPUNAN mematahkan KUTUK (from “Suami Idaman” by Ed Cole)

“Saya tidak akan mengampuni ayah saya atas apa yang telah dilakukannya kepada saya.” Seringkali pendapat ini keluar dari seorang pria/wanita di dalam hidupnya. Kebencian, dendam, luka batin timbul dari seorang anak di tengah keluarganya kepada ayahnya. Hal ini tanpa disadari mendatangkan KUTUK untuk orang yang menolak mengampuni bahkan sampai kepada keturunannya. Kutuk apakah? Waktu kita menyimpan kemarahan lebih dari sehari, firman Tuhan berkata : “Ada celah dan kesempatan untuk iblis menghancurkan jiwa kita dengan kebiasaan-kebiasaan buruk” (Bandingkan Kej. 4 :7 dengan Efesus 4 ; 26-27). Kebiasaan buruk apakah? Kebiasaan buruk dari orang yang anda benci (khususnya ayah atau siapapun juga) turun kepada anda. Tanpa disadari waktu anda menyimpan kebencian atas sifat-sifat orang yang anda benci menjadi milik dan karakter anda. Pengalaman pelayanan penulis meneguhkan hal ini. Pada waktu sang anak membenci ayahnya, karena perlakuan yang kasar berupa perkataan dan pukulan dari ayahnya. Tanpa disadari waktu sang anak menjadi seorang ayah, ia memperlakukan anaknya juga seperti ayahnya (yang ia benci) kepadanya dengan perkataaan kasar dan pukulan malah lebih kejam.

Menolak untuk mengampuni mungkin merupakan dosa yang paling keji di antara dosa-dosa lainnya. Perhatikan apa yang Allah katakan. “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6 : 14-15). Alkitab mengatakan juga bahwa jika kita menyimpan “sesuatu” berarti dendam atau tidak mengampuni orang lain, kita harus meninggalkan persembahan kita di mezbah – artinya penyembahan,  persembahan, pelayanan kita – dan berdamai dengan orang yang bersangkutan. Tidak mau mengampuni dan menyimpan kepahitan hati yang melukai kita dapat menimbulkan kerugian yang tidak ada obatnya dalam pernikahan kita.

Hanya dengan PENGAMPUNAN anda dapat mematahkan KUTUK tersebut. Pengampunan adalah jalan Allah untuk membebaskan kita dari dosa-dosa lainnya. Tidak mengampuni berarti menutup. Mengampuni berarti membuka. Tidak mengampuni mengikat. Pengampunan membebaskan. Tidak mengampuni merupakan kekerasan hati. Pengampunan merupakan kemerdekaan, kemurahan dan kebebasan.

Orang tua yang paling baik pun tidak sempurna dan yang paling jelek pun tidak kejam secara kejiwaan. Tuhan Yesus mengajar kita dengan contoh bagaimana menghadapi ketidaksempurnaan dan kekejaman. Tidak ada yang lebih kejam terhadap diri-Nya daripada orang yang disebut sebagai teman-teman Yesus, pemerintah dan gereja-Nya. Namun, dalam menghadapi penghinaan dan kebrutalan yang ditanggung-Nya oleh perbuatan mereka, Yesus berkata, ” Ya Bapa, ampunilah mereka …” Dengan perkataan itu, Dia membuka pintu, dengan jalan itu kita dapat diampuni dan mengikuti Dia dari kematian memasuki hidup kekal di surga.

Bagaimana anda mengampuni seseorang yang memukuli anda habis-habisan, yang membuat anda bangkrut, yang mengusir anda ketika anda masih kecil, bahkan yang memperkosa anak gadis anda? Kebenarannya adalah anda tidak dapat mengampuni mereka dengan kasih yang tidak bersyarat betapa pun kerasnya usaha anda. Untuk dapat mengampuni, anda memerlukan ROH ALLAH. Ada memerlukan pengampunan-Nya yang tidak bersyarat, yang tidak mempersalahkan atau menghakimi, yang merupakan pemberian cuma-cuma kepada orang yang tidak berhak menerimanya. Hanya Yesus yang dapat memberikannya, dan memberi anda kuasa untuk dapat mengampuni mereka. Tidak ada jalan lain.

Pengampunan dimulai dari anda sendiri, kemudian anda harus menolong istri dan anak-anak anda untuk mengampuni orang lain juga – bahkan mungkin untuk mengampuni anda sendiri. Jadikan pengampunan ini sebagai praktek gaya hidup sehari-hari.

Pengampunan kepada orang tua adalah salah satu wujud menghormati orang tua anda. Ingat Alkitab berkata ,” Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umumrmu di bumi.” (Kel. 20:12; Ef. 6 : 2-3)

Mari kita belajar mengampuni….. dan selamat berlatih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s