Kisah nyata : Kasih karunia mematahkan dosa lesbian (by. Ed Cole “Suami idaman)

Gene (pria) melihat wajah Patti yang manis di ujung ruangan kantor agen asuransi. Disana Gene mengadakan hubungan bisnis sebulan sekali dan kadang-kadang seminggu sekali. Pada pandangan pertama terhadap si cantik yang berambut hitam kemilau itu, ia segera merasa Roh Kudus mengatakan kepadanya bahwa ia harus mendoakan gadis itu. Seiring dengan makin meningkatnya hubungan bisnis mereka, doa Gene bagi Patti berkembang sehingga Gene merasakan ada perasaan intim terhadapnya dan timbul hasrat untuk memperistri gadis tersebut.

Gene sama sekali tidak tahu tentang latar belakang Patti. Patti dilahirkan dalam suatu keluarga yang memiliki anak-anak dari perkawinan yang tidak sah. Ayahnya tidak diketahui rimbanya sejak ia masih kanak-kanak. Ayah tirinya adalah seorang pemabuk dan suka melakukan kekejaman dan penyiksaan. Ia menembak ayah tirinya dengan senapan curian saat ia berusia 13 tahun. Itu dilakukannya untuk membela diri dari amukan ayahnya sedang mabuk. Akhirnya Patti diusir dari rumah orang tuanya dan berkeliaran di jalan sejak usia 13 tahun.

Satu-satunya tempat “aman” yang diketahui oleh Patty adalah apartemen seorang agen heroin setempat, yang dengan cepat mengajarinya seluk beluk berjualan  Akibatnya, dalam lima kali pertengkaran yang berbeda kepalanya tertembus peluru. Ia kemudian masuk penjara anak-anak pada usia 14 tahun. Saat itu pertama kali ia terlibat lesbian dan memulai hubungan dengan para wanita yang memberikan penghiburan  dan perhatian kepadanya. Setelah itu ia mendapat pekerjaan yang terhormat di masyarakat. Walaupun tidak berpendidikan, Patti berpenghasilan ratusan ribu dolar di agen asuransi.

Patti sama sekali tidak menyukai Gene ketika ia melihatnya. Dalam benaknya ia hanya berpura-pura untuk membangkitkan daya tarik terhadap seseorang untuk melancarkan penjualan, mendapatkan komisi dan membawa pulang uang bagi kekasih lesbiannya. Tetapi Gene berbeda. Perkataannya yang halus dan kebaikan-kebaikannya membuat Patti terkesan. Gene mengajaknya makan malam seperti para pria lain, tetapi tidak pernah menunjukkan maksud-maksud lain selain makan malam. Ia bahkan memberinya  sebuah Alkitab dan berusaha berdoa bersamanya.

Kristus yang diperkanalkan Gene kepada Patty sama sekali berbeda daripada segala sesuatu yang dialaminya. Tanpa sepengetahuan Gene, kekerasan fisik yang mewarnai hubungan Patti dengan kekasih lesbiannya meningkat. Hingga pada suatu hari Patti mendapati dirinya sudah berada di bawah kloset dengan badan memar dan gemetar dan memanggil Kristus untuk menyelamatkan dirinya.

Setelah dua tahun Gene berdoa dengan tekun, Patti merasa bahwa ia harus pindah berkerja dan ia pindah ke perusahaan Gene. Patti meninggalkan kekasih wanitanya (lesbian). Pada suatu malam bersama Gene, Tuhan berkata kepadanya dan akhirnya ia mengakui dosa-dosanya dan menerima Kristus secara pribadi. Malam itu Patty mengalami kelahiran baru oleh kasih karunia melalui iman.

Dengan segera Gene mulai mengetahui kehidupan Patty sebenarnya. Gene meminta Patty meninggalkan kekasih lesbiannya dan menikah dengannya. Malam itu mereka sepakat untuk menikah.

Gene sekarang mempunyai seorang Kristen baru untuk dimuridkan, seorang istri yang harus menyesuaikan diri, dan seorang wanita yang baru saja keluar dari lesbian, gaya hidup yang membenci pria. Singkat cerita, Patti hamil, dan semua hormonnya berperang melawan suaminya Gene. Ia terus menerus bergumul dengan keinginan untuk meninggalkan suaminya dan kembali ke gaya hidupnya yang lama sambil memelihara anaknya sendiri.

Gene bergumul dengan kemarahan istrinya. Kekhawatiran di dalam hatinya yang paling dalam adalah bahwa setelah bertahun-tahun berdoa, nyatanya ia menikahi orang yang salah. Dengan menyerahkan dirinya kepada Allah di dalam doa, Gene berdoa dengan doa yang sama sekali tidak mementingkan diri sendiri yang dapat didoakan oleh seorang suami.

“Tuhan,” katanya,’bagi saya tidak masalah jika Patti tidak pernah mengasihi saya. Tetapi, tolonglah agar ia mengasihi-Mu.” Demikian juga Gene mengatakan kepada Patti hal yang sama seperti doanya kepada Allah.

Gene berdoa dengan berapi-api, tekun dan mengasih istrinya tanpa syarat. Segala perkataan kasar dan tuduhan diarahkan kepada dirinya, ia semampunya menanggung mimpi-mimp buruk yang membangunkan istrinya dari tidur, kebencian yang menyala-nyala yang ada di matanya. Ia percaya kepada Allah agar kasih-Nya mengusir semua konflik yang berdiam di dalam hati dan roh istrinya. Ini berlangsung terus sampai Patti mengalami kehamilan yang keduanya.

Lambat laun Patti semakin mengasihi Allah dan dengan kasih itu timbul juga rasa hormat yang mendalam terhadap suaminya. Gene terus berdoa bersama istrinya dan melihat bahwa ia dilepaskan dari penindasan, kemarahan, sakit hati, dan kepahitan di dalam suatu pertemuan yang dramatis.

Yang menarik terobosan pemulihan yang terbesar tidak diperoleh di kebaktian gereja atau setelah mendengar seorang Hamba Tuhan yang terkenal, tetapi secara pribadi di kamar tidur mereka. Di kamar tidur itu Gene dengan tekun dan taat berdoa kepada Allah yang membuka jalan bagi Patti untuk dipulihkan.

Sekarang mereka adalah pasangan yang diberkati oleh Tuhan. Gene menjadi sebuah jangkar bagi Patti, menjadi obat penyembuh bagi hatinya yang luka, penudung bagi kebutuhannya akan pimpinan, teman yang setia di tengah kenangannya akan penolakan dan ditinggalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s