LAKI-LAKI KEMULIAAN ALLAH; WANITA KEMULIAAN LAKI-LAKI (by Ed Cole ” Communication, Sex & Money”)

Alkitab berkata dalam 1 Korintus 11 : 7 : “Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya : ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki”

Artinya Allah menjadikan kaum pria menurut gambar-Nya dan bagi kemuliaan-Nya dan Allah menciptakan wanita bagi kemuliaan kaum pria. Mengapa demikian? Penciptaan pertama manusia dimulai dari Adam (laki-laki) yang diambil dari debu tanah, dan wanita diciptakan dari tulang rusuk seorang pria.

Allah tidak menciptakan Hawa dari debu tanah sebagaimana ketika IA menciptakan Adam, karena Allah telah menaruhkan karakteristik-Nya ke dalam bentuk insan di dalam diri Adam. Membuat suatu ciptaan baru dari sesuatu yang berbeda (jika wanita dibuat dari debu tanah) dengan apa yang sudah ada di dalam diri Adam akan membuat sesuatu yang posisinya lebih rendah (inferior) bagi Adam.

Allah menggunakan tulang rusuk untuk membuat wanita sebagai simbolik dari karakteristik khusus yang Allah ambil dari diri Adam untuk membuat wanita. Kualitas yang Allah tempatkan di dalam diri Hawa merupakan apa yang sekarang ini kita anggap sebagai sifat alamiah kaum wanita.

Di dalam sifat/gambar Allah, semua karakteristik yang ada merupakan komponen dari umat manusia. Di dalam segambar dengan Allah semuanya tercakup, karakteristik keseimbangan yang sempurna dari orang yang berpegang kepada kedisiplinan dan orang yang merawat atau mengasuh, keuletan dan kelembutan, maskulinitas dan femininitas.

Pernikahan adalah suatu penyatuan antara suami dan istri ke dalam “satu daging”, dan penyatuan ini melambangkan bahwa mereka dibawa kembali bersama karakteristik keillahian ini sehingga tertanam di dalam manusia itu sendiri dan kemudian mereka dipisahkan di dalam jenis kelamin, yakni : laki-laki dan perempuan.

Kaum pria dan wanita sudah dan sedang diciptakan untuk menggenapi TUJUAN dengan PERAN yang BERBEDA di dalam kehidupan mereka. Perbedaan inilah yang menyebabkan kesulitan di dalam memelihara hubungan di antara mereka berbeda. Perbedaan ini seringkali menjadi konflik di dalam sebuah pernikahan setelah manusia jatuh dalam dosa.

Akibatnya ada statement berkata bahwa PERNIKAHAN yang pernah atau yang akan mereka miliki di dalam hidup mereka bisa saja menjadi perkara yang paling dekat dengan SURGA atau bisa juga menjadi perkara yang paling dekat dengan NERAKA.

Pria tidak dapat hidup sendiri, karena Alkitab berkata “...Tidak baik, kalau manusia (pria) itu seorang diri saja (alone). Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2 : 18). Menjadi “seorang diri” (alone) bisa menjadi suatu berkat, tetapi orang yang mengalami “kesepian” (lonely) sekali-kali tidak akan pernah menjadi berkat. Kesendiriannya menghasilkan kesepian, dan kesendirian itu lebih memungkinkan dirinya menjadi suatu kutuk daripada menjadi suatu berkat.

Di Taman Eden, Adam bersekutu dengan Allah, tetapi ia tidak memiliki teman sebaya (yang sama terdiri darah dan daging). Walaupun di Taman Eden Tuhan menciptakan binatang-binatang, tetapi diantara binatang Adam tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Adam mengasihi Allah, tetapi pada saat itu ia masih tanpa sebuah obyek dari kasihnya di atas muka bumi. Karena KASIH harus MENGASIHI, oleh sebab itu harus ada sesuatu obyek untuk dikasihi. Karena itu di dalam hikmat-Nya, Allah membuat Adam tertidur nyenyak, dan dari tulang rusuknya IA membangun seorang wanita yakni pasangan yang sempurna bagi Adam. Adam menyebutnya Hawa.

Di dalam penyatuan antara pria dan wanita di dalam sebuah pernikahan terjadilah sebuah multiplikasi ilahi yaitu anak lewat sebuah hubungan SEKS. Allah menjadikan seks agar bisa dinikmati berdua sehingga kaum pria mengingininya dan dengan demikian perintah Allah (Kejadian 1 : 28 : Multiplikasi dan otoritas penaklukan bumi) digenapi untuk memenuhi bumi. Seks bukanlah sesuatu di mana seorang pria dipaksa untuk terikat terhadapnya. Seks merupakan aspek yang paling memuaskan dari kehidupan seorang pria di dalam hubungannya dengan seorang wanita.

Tetapi sejak manusia jatuh di dalam dosa, tujuan SEKS menjadi menyimpang menjadi hawa nafsu. Seharusnya seks adalah bagian dari KASIH, dimana suami istri mencapai puncak Kasih dalam melakukan hubungan seks. Tetapi seks sudah terkontaminasi oleh dosa yang mengakibatkan wanita menjadi obyek hawa nafsu kaum pria. Akibatnya wanita ikut terbawa mengeksploitasi tubuhnya untuk membuat kaum pria tertarik dengannya. Akhirnya timbullah pornography. Banyak wanita yang benar-benar menikmati kemampuan/daya tarik tubuhnya  untuk menggoda kaum pria dengan menggunakan keindahan tubuhnya. Celakanya hal ini sudah meresap di dalam sebuah kebudayaan manusia… terlihat dari cara berpakaian yang sangat minim memamerkan keindahan tubuhnya…. sehingga semua ini berakibat fatal bagi sebuah hubungan pernikahan, jika hubungan itu dikontaminasi oleh hawa nafsu.

Tetapi pria yang menyadari keberadaannya dalam hubungan dengan Allah mampu mengeliminasi/memperkecil dampak budaya tersebut dengan pikiran yang menyatu dengan Firman Allah. Mereka menjaga kekudusan hidup, kekudusan pra-nikah dan kembali menghormati ranjang pengantin mereka. Akibatnya Kekudusan Allah hadir juga dalam hidup pernikahan mereka.

Mengapa hal ini harus diperhatikan? Karena dunia sekarang ini terancam rusak karena dimulai dari kehancuran keluarga-keluarga yang mempunyai dampak kepada anak dan keturunan mereka. Jika keluarga-keluarga rusak generasi-generasi penerus kita juga akan hancur… Makanya Tuhan berkata keadaan akhir zaman “…Kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Matius 24 : 12)

Mari kita kembali kepada ajaran Firman Tuhan Yesus yang sudah menebus kita dan menebus pernikahan kita untuk dipulihkan. Baca dan renungkan Firman-Nya supaya pikiran kita dipenuhi dengan kasih yang akan mengubahkan juga tindakan kita…

Selamat mencoba…

Tuhan memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s