PRINSIP KOMUNIKASI (by Ed. Cole ” Communication, Sex & Money)

PRINSIP KOMUNIKASI YANG PALING UTAMA “BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH”

Semua komunikasi yang baik di dalam kehidupan harus dimulai dengan berkomunikasi dengan Allah. Itulah kebenaran yang telah ditemukan.

Allah seringkali berkomunikasi dengan manusia melalui firman-Nya. Tetapi seringkali Firman Allah untuk manusia dicuri oleh iblis.

Dalam perumpamaan penabur (Matius 13 : 1 – 23), benih itu adalah Firman Allah. Iblis datang mencurinya, karena pekerjaan Iblis adalah mencuri, membunuh dan membinasakan. Iblis juga melakukan terhadap Adam & Hawa. Karena ketidaktaatan mereka terhadap Firman, Setan mencuri Firman itu dari mereka sehingga membawa perubahan yang dahsyat di dalam masyarakat manusia yang ada di atas muka bumi. Yesus sendiri usai dibaptis, IA dipimpin masuk ke padang gurun dan di sana ia dicobai oleh iblis. Iblis mencoba mencuri “Firman”. Tetapi setelah Yesus menang atas pencobaan itu, Alkitab berkata,”Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus”.

Periode waktu setelah Allah melakukan karya besar atau setelah Firman yang Allah berikan, tampaknya ada suatu perode waktu yang berkenaan dengan pencobaan yang mana selama itu pula iblis berusaha untuk mencuri Firman atau karya Allah dari kehidupan orang yang menerimanya.

Setan yang adalah “Pencuri Terbesar” berusaha mencuri Firman yang ada di dalam kehidupan manusia sekarang ini. Setan tidak hanya mencoba untuk mencuri Firman Allah, TETAPI JUGA PERKATAAN KAUM PRIA. Cara cerdik untuk mencuri perkataan kaum pria adalah dengan cara mengusahakan mereka untuk hidup di dalam cara-cara yang MENETRALKAN apa yang mereka katakan. Seorang pria bisa memiliki perasaan yang kuat terhadap Allah, tetapi masih saja belum MENGASIHI Allah. Dengan kata lain seorang pria berkata mempunyai iman dan kepercayaan kepada Kristus, tetapi kehidupan mereka tidak cocok dengan Firman Allah dan juga tidak konsisten dengan karakter-Nya.

Yesus berkata,”Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi AKU.” Ketaatan kepada perintah-perintah Tuhan, kepada Firman-Nya itu merupakan bukti dalam mengasihi DIA. Kaum Pria mungkin memiliki kerinduan yang besar terhadap Alah, mereka mungkin memerlukan Allah, tahu tentang Allah, punya pengalaman dengan Allah, tetapi masih belum tentu mengasihi Allah.

Pengalaman bukanlah pengganti bagi kekekalan. Demikian pula dengan keinginan yang besar bukanlah pengganti bagi KASIH.

Kaum pria dan wanita yang bersaksi secara terbuka tentang kebaikan Allah, seharusnya hubungan mereka dengan Allah harus tinggal di dalam ketaatan terhadap Firman di dalam tugas untuk memberikan bukti dari Kasih Allah terhadap mereka. Sebaliknya mereka adalah sebuah “testi-phony” (ujian palsu) bukan sebuah “testimony” (kesaksian). Hidup mereka tidak didasarkan kepada kebenaran.

Tidak ada kebohongan yang bisa melayani tujuan Allah.

Ketidakpercayaan merupakan DASAR dari dosa, kesombongan merupakan KEKUATAN dosa, dan ketidakjujuran merupakan KARAKTER dosa.

Semua ketidakjujuran merupakan bentuk dari kebohongan. Hati kita sendiri yang terkontaminasi oleh kebohongan sehingga kita tidak dapat membedakan mana yang benar dan salah. Diperlukan memiliki opini yang obyektif dari luar untuk menentukan hal tersebut. Salah satu cara yang benar untuk mengetahui dan membedakan yang benar dari yang salah adalah dengan memiliki ROH KEBENARAN/KUDUS. Roh Kudus lahir di dalam kita untuk bersaksi terhadap kebenaran yang berasal dari pemikiran-pemikiran, kata-kata, motivasi-motivasi dan perbuatan-perbuatan kita.

Di dalam kebenaranlah kita berbagi rasa dengan Allah, sehingga kita membangun persahabatan kita dengan Allah. DOA adalah berkomunikasi dengan Allah.

Doa bukanlah suatu usaha untuk membuktikan kebenaran kita kepada Allah, tetapi Doa merupakan suatu kesempatan bagi Allah untuk memperlihatkan kepada kita KEBENARAN-NYA. Doa bukanlah suatu latihan yang sia-sia. Doa merupakan pengakuan terhadap otoritas Kristus, tunduk kepada kehendak Allah, merebut penguasa atas masalah-masalah di dalam alam Roh, melatih iman di dalam Firman Allah, menerima nasihat-Nya, mengalahkan kedagingan, menaklukan iblis dan menyebabkan Kerajaan Allah dibangun diatas muka bumi sebagaimana di dalam Surga.

Doa yang dilakukan di tempat tersembunyi ( Matius 5 : 6 – 7) itu jauh lebih penting dari di hadapan orang banyak. Sangat disayangkan , banyak kehidupan doa kaum pria telah “dicuri” di dalam rumah, gereja dan di dalam masyarakat mereka.

Setan mentertawakan permohonan orang-orang Kristen, tetapi ia sangat gemetar terhadap doa syafaat mereka.

Jangan biarkan seseorang atau sesuatu menjauhkan anda dari “doa yang anda lakukan di tempat tersembunyi” (doa pribadi). Ketika anda masuk ke dalam tempat itu, maka anda akan menemukan bahwa Tuhan sedang menanti anda.

Jujurlah kepada Allah. Janganlah coba-coba untuk menyembunyikan sesuatu daripada-Nya – dari dosa-dosa anda samapai kepada perasaan anda.

Ketika anda mengosongkan diri anda, pada saat itu pula Allah sanggup mengisi anda dengan diri-Nya. Setelah anda mengatakan semua ini kepada Allah, sekalipun IA masih belum menyatakan dengan jelas jawaban-jawaban yang anda cari, maka anda bisa tetap menjalankan bisnis anda dan melihat apa yang akan IA perbuat.

Orang-orang dan segala sesuatu akan membiarkan anda tenggelam

Allah tidak akan pernah….. bawalah semuanya kepada Kristus… Pertama-tama.

One thought on “PRINSIP KOMUNIKASI (by Ed. Cole ” Communication, Sex & Money)

  1. memang benar menjadi pelaku firman TUHAN jauh lebih penting dr pd bersaksi dgn perkataan.bersaksi melalui perbuatan nyata ibarat surat yg terbuka yg dpt dilihat&dibaca oleh setiap org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s