PERKATAAN ANDA ADALAH IKATAN ANDA (by Ed.Cole “Communication, Sex & Money”)

Suatu hari sejumlah pria berjanji kepada gembalanya untuk menghadiri acara persekutuan di tengah minggu (hari Kamis), tetapi kenyataannya mereka tidak hadir. Sepertinya hal ini sepele saja, tetapi mereka telah berjanji, tetapi mereka mengingkarinya.

Sesungguhnya apa yang dilakukan orang-orang tersebut merupakan kebohongan terhadap gembala mereka. mereka mengatakan akan menghadiri tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka bersalah dalam menyembah Allah dengan bibir mereka, tetapi hati mereka tidak berada di dalam perkara itu.

Karena gembala mereka mewakili otoritas Kristus di dalam jemaat, maka kebohongan mereka itu seolah-olah ditujukan kepada Tuhan itu sendiri. Ananias dan Safira di dalam Kitab Para Rasul berbohong kepada Roh Kudus, dan mereka berdua dipukul sampai mati  karena dosa mereka. Mereka menanggung tanggung jawab atas perkataan mereka, yang adalah kebohongan di dalam kehadiran mereka di depan seluruh jemaat.

Allah tidak pernah memberikan otoritas tanpa keadaan yang dapat dimintai pertanggungan jawab. Tetapi siapakah yang menganggap kita bertanggung jawab ketika kita berjanji dan tidak menepatinya? Banyak dari para pria tidak berpegang pada kata-katanya terhadap anaknya, istrinya, temannya, bahkan terhadap Tuhan sendiri.

Sebagai kaum pria, kita haruslah menjadi cukup dewasa untuk bertanggung jawab atas perkataan kita – kita harus melihat bahwa kita tetap berpegang teguh pada perkataan kita ketika kita memberikannya.

Salah satu alasan mengapa banyak orang Kristen yang hidup tidak terpenuhi/maksimal adalah karena mereka telah berjanji kepada Allah dan mereka tidak tetap di dalam janji tersebut. Kemudian mereka menyalahkan Allah karena tidak menjawab doa-doa mereka atau tidak memenuhi kebutuhan mereka, padahal hal itu sesungguhnya karena kesalahan mereka sendiri, karena mereka tidak tetap berada di dalam perkataan mereka.

Nilai dari nama seseorang hanya sebaik PERKATAANNYA.

Perkataannya hanya sebaik KARAKTERNYA.

Kebenaran Allah = Kebenaran kaum pria. Perkataan dari seorang pria merupakan ekspresi sifat alamiahnya.

Anda dapat mengatakan bahwa KARAKTER SEORANG PRIA bisa dilihat melalui PERKATAANNYA.

Yesus Kristus merupakan ekspresi dari sifat Allah itu sendiri, karena Firman itu adalah Allah dan Firman itu adalah Kristus sendiri. Firman Allah adalah satu-satunya sumber dari iman kita dan Firman Allah juga adalah aturan absolut terhadap prilaku kita.

Perkataan kita, ketika itu disampaikan, merupakan sumber iman bagi mereka yang menerimanya, dan perkataan itu juga bisa menentukan prilaku mereka. Ketika seorang pria mengatakan kepada anaknya untuk mengajak rekreasi, tetapi kemudian pria itu tidak menepati janjinya timbullah KETIDAK PERCAYAAN. Begitu juga dalam hubungan suami istri, usaha dagang dll.

Hormat kepada Allah merupakan kriteria kekudusan di dalam menjalin hubungan. Menjadi seorang pria yang terhormat adalah menjadi seorang pria yang sesuai dengan perkataan anda. KEBENARAN merupakan ESENSI dari perkataan.

Tidak ada kebohongan yang bisa melayani tujuan-tujuan Allah. Mengenal Kebenaran dan tidak hidup di dalamnya merupakan kebohongan terhadap kebenaran itu sendiri. Mengenal janji yang anda berikan tetapi membatalkannya atau menyesalinya dan tidak menepatinya merupakan suatu kehidupan di dalam kebohongan.

Anak-anak kecil sangat tidak mengetahui perbedaan antara sebuah janji yang batal dengan sebuah kebohongan. Sebagai seorang pria, anda harus memiliki integritas di hadapan Allah dan manusia – dan bahkan di hadapan anak-anak, khususnya anak-anak anda!

Tuhan telah mengatakan,” Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman” (Matius 12 : 36) Membatalkan janji yang sudah dikatakan merupakan “PERKATAAN YANG SIA-SIA” baik itu dihadapan anak-anak sampai kepada Tuhan. Allah akan meminta pertanggungjawaban untuk kata-kata tersebut sekalipun manusia tidak menuntutnya.

Hidup dan mati dikuasai lidah” (Amsal 18 : 21)

Setan tidak hanya ingin “mencuri” Firman Allah dari kehidupan kaum pria, tetapi ia juga ingin mencuri perkataan mereka.

Karya-karya besar dibangun di atas perkataan yang besar.

Izinkanlah perkataan anda menjadi besar di dalam Allah. Izinkanlah Allah menjadi besar di dalam perkataan anda.

Jadilah seorang pria yang sesuai dengan Firman dan jadilah seorang pria yang sesuai dengan perkataan anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s