KOMUNIKASI : “PERKATAAN JANJI DALAM PERNIKAHAN” (by Ed Cole “Communication, Sex & Money”)

Pasangan pengantin mengucapkan janji nikah di hadapan Hamba Tuhan (yang mewakili Tuhan) di sebuah altar gereja. Hal tersebut merupakan sebuah KOMITMEN yang suci di hadapan Tuhan yang mana seorang pria menerima tanggung jawab ke-priaannya di dalam hubungan dengan istrinya. Pandangan Allah terhadap janji tersebut sebagai bukti dari keinginan pria untuk mengasihi istrinya sama seperti Kristus mengasihi Jemaat.

Ketika seorang pria merusak Hukum Kasih tersebut, ia telah merusak janjinya sendiri dan melemahkan perjanjian yang telah dibuatnya dengan istrinya di hadapan Tuhan.

Alkitab berkata bahwa,”seorang suami harus mengasihi istrinya sebagaimana Kristus mengasihi jemaat-Nya … (Efesus 5 : 25). Seorang suami harus mengetahui BAGAIMANA Kristus mengasihi jemaat, sehingga dengan demikian kita sanggup mengetahui bagaimana mengasihi istri kita.

Bukti kasih adalah tidak mementingkan dirinya sendiri, adalanya keinginan untuk lebih mementingkan orang yang dikasihi dan adanya keinginan untuk bersatu. Kita menyaksikan bukti kasih ini ketika kaum pria mengambil resiko di dalam kehidupan mereka di dalam usaha menyelamatkan orang yang ia kasihi ketika orang yang ia kasihi itu berada dalam keadaan berbahaya. Kedua, kita juga melihat bukti kasih ini di dalam kerutinan sehari-hari untuk pergi bekerja padahal tubuh dan jiwanya lebih ingin untuk beristirahat, semuanya ini demi orang yang ia kasihi yang bergantung pada pengorbanan diri yang demikian.

Kasih berfokus pada seseorang yang dikasihi, dengan pikiran terhadap diri sendiri sebagai hal yang nomor dua. Nafsu birahi adalah kasih yang menyesatkan, kasih yang hanya berfokus pada diri sendiri dengan mengorbankan orang lain.

Sebagaimana sudah di posting pada tanggal 10 Agustus tentang Karakteristik Kasih meliputi : syarat dari kasih adalah IDENTITAS, SEKURITAS (KEAMANAN) DAN STABILITAS.  Inilah yang disediakan Kristus bagi Jemaat dan juga yang harus disediakan oleh kaum pria bagi istri dan keluarganya.

Stabilitas di dalam karakter pria mewujud kepada normalitas di dalam anak-anaknya.

Sekuritas anak-anak datang dari stabilitas yang ada di dalam diri ayahnya dalam hubungannya dengan Allah.

Berjanjilah di dalam pernikahan anda : Jangan melakukan sesuatu dengan sembrono.

Perkataan bisa menyatukan atau memisahkan; bisa memberkati atau mengutuk; bisa menyembuhkan atau melukai; bisa mendatangkan perbaikan atau merusak; bisa menciptakan atau menghancurkan; bisa memberi penerangan atau mengaburkan dan bisa membebaskan atau memperbudak.

Selama perkataan pria menghidupkan, ia hidup; ketika perkataannya berhenti, ia berhenti. Kebesaran pria dikenal melalui kebesaran perkataannya.

Yesus Kristus berfirman,” Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yohanes 6 : 63). Firman-Nya ketika ditabur di dalam hati seorang pria melalui Roh Allah, akan menghasilkan hidup. Firman-Nya adalah benih yang tidak dapat disuap. Firman-Nya membawa buah hidup yang kekal di dalam diri orang yang menerimanya.

Perkataan seorang pria tetap dimulai dari tempat di mana komitmen pernikahan dinyatakan. Bila karakternya tidak baik sebelum pernikahan, maka ia akan mengalami suatu masa-masa sulit di dalam berusaha untuk menghasilkan suatu karakter yang baik dan tetap di dalam perkataannya setelah pernikahan, tanpa memperhatikan betapa kuatnya perasaan kasih yang ada di dalam dirinya. Kasih harus didisiplin untuk menghasilkan buah.

Seorang pria yang berkenan kepada Allah, adalah seorang yang :

1. Mengasihi istrinya yang telah diberikan Allah kepadanya sebagaimana Kristus mengasihi jemaat

2. Memimpin keluarganya di dalam kebenaran melalui perkataannya yang terpelihara.

3. Berpegang dan menepati janji yang telah diucapkannya di dalam pernikahan, bagaimanapun sulitnya hal itu pada waktu-waktu tertentu.

Seorang wanita dan keluarga bisa hidup dengan perkataan pria tersebut selama-lamanya. Mereka bisa bergantung kepadanya. Demikian juga dunia. Demikan juga Allah…..

Yang jadi pertanyaan waktu anda membaca ini : Pria seperti apakah anda saat ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s