KOMUNIKASI : PERKATAAN, TINDAKAN DAN ROH (by Ed. Cole “Communication, Sex & Money”)

Setiap komunikasi melibatkan baik si penyampai pesan dan penerima pesan. Untuk komunikasi yang sempurna, si penerima harus dengan tepat mengerti dengan tepat apa yang disampaikan. Ada yang mendefinisikan komunikasi adalah menyampaikan pesan sampai si penerima pesan mengerti 100 % pesan tersebut. Ketidaksempurnaan dari pesan yang disampaikan akan menimbulkan distorsi (penyimpangan). Distorsi terjadi ketika seseorang salah mengerti dalam mendengar apa yang diucapkan atau mengulanginya secara berbeda dari apa yang pertama kali disampaikan.

Berbagai cara orang berkomunikasi, tetapi yang terpenting ada tiga metode komunikasi yaitu : PERKATAAN, TINDAKAN dan ROH. Kita sering berkomunikasi dengan perkataan kita, tetapi tindakan dan roh kita meneguhkan atau menyangkal perkataan kita. Karena itu ada pepatah kuno.” Action speaks louder than words” ( Tindakan berbicara lebih jelas daripada kata-kata).

Komunikasi dalam roh dapat diartikan berdoa bersama-sama antara suami dan istri atau saling mendoakan satu dengan yang lainnya.

Komunikasi lewat tindakan adalah mewujudkan apa yang kita sampaikan di dalam perkataan-perkataan kita. Tindakan meneguhkan perkataan, roh memeteraikannya.

Untuk komunikasi yang baik, penyampai dan penerima pesan harus berada pada gelombang yang sama, seperti mencari gelombang/sinyal radio yang tepat atau saluran TV (UHF). Jika tidak pada gelombang yang sama bagaikan distorsi pada gambar layar TV yang penuh bintik-bintik, garis-garis atau gambar yang kabur.

Bila suami dan istri tidak sepakat, maka mudah sekali mereka untuk mengalami kesalahpahaman dan bisa membuat mereka berputar-putar di dalam masalah mereka sendiri, atau bahkan bisa menyesatkan mereka.

Bila komunikasi terhenti, ketidaknormalan akan mengambil tempat dan puncak dari ketidaknormalan itu   adalah maut.

Contoh seperti sehelai daun yang dipotong dari batangnya akan menjadi layu dan mati karena tidak terputus komunikasi dengan batangnya yang memberi kehidupan.

Pernikahan akan mati bila pasangan suami istri menolak untuk berkomunikasi atau terlalu banyak terjadi distorsi yang menghalangi saling pengertian dan mencegah rekonsiliasi.

Iman mati ketika manusia menolak untuk berkomunikasi dengan Allah atau ketika firman-Nya menjadi terdistorsi di dalam diri mereka. Allah selalu menyampaikan apa yang dimaksudkan-Nya dan IA bersungguh-sungguh dengan apa yang difirmankan-Nya. Untuk bisa memahami firman-nya dengan benar, maka kita perlu dilahirkan kembali di dalam Roh-Nya. Orang yang tidak pernah menerima Roh Kristus di dalam hatinya tidak akan pernah bisa memahami Alkitab sebagaimana orang-orang yang telah menerima Roh itu.

Dosa selalu menyebabkan distorsi.

Para pria harus menjaga pikiran dan hati mereka tetap bersih untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya distorsi di dalam hidup mereka. Semakin benar hidup seseorang, maka akan semakin berkurang distorsi terjadi di dalam hidupnya, dan akan semakin jelas pula ia berkomunikasi dan menerima komunikasi, baik dengan Allah maupun dengan sesamanya manusia.

Cepat dalam mendengar dan lambat untuk berkata-kata adalah aturan untuk berkomunikasi yang rindu mengekspresikan kasih itu.

Itulah cara Allah berkomunikasi dengan kita. Inilah cara yang dikehendaki Allah bagi kita, yakni untuk belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik kepada orang-orang yang kita kasihi.

Bagi seorang suami, mendengarkan istrinya termasuk dalam hal berkomunikasi, dengan demikian ia melayani kebutuhan istrinya yang menginginkan seseorang yang mau mendengar, seseorang yang mau peduli terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya.

Seni berkomunikasi bukan terletak dari kemampuan berkata-kata, tetapi dari kemampuan untuk MENDENGAR.

Pria yang sangat memahami dan menghargai komunikasi akan mendengarkan anak-anaknya, bahkan sekalipun terhadap anaknya yang masih berusia enam tahun atau terhadap berita buru yang berasal dari anaknya yang berusia enam belas tahun.

Pria yang berkomunikasi akan secara terbuka mengakui cintanya dengan kata-kata dan meneguhkannya dengan tindakan dan di dalam roh..

Mari kita belajar meningkatkan kemampuan berkomunikasi terutama dengan Allah dan kemudian dengan sesama yaitu istri/suami dan anak-anak kita…

Selamat berlatih..

Tuhan memberkati..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s