KOMUNIKASI : Mengambil tindakan – part one ( by Ed Cole)

 

family.jpgSetelah menikah hampir 30 tahun, Robert mempunyai empat orang anak laki-laki dengan sebuah usaha yang sedang berkembang dengan cukup baik. Namun sayangnya pernikahannya tidaklah sebaik usahanya itu. Sepertinya tidak ada komunikasi atau keintiman yang nyata antara dirinya dengan istrinya. Sebagian dari masalahnya adalah ketidak-mampuan dirinya untuk mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata.

Setelah mengikuti pertemuan khusus tentang komunikasi, ia mulai mempraktekkan dengan mengambil tindakan.

Pada suatu hari ia memulai komunikasinya kepada istrinya dengan cara meninggalkan sebuah hadiah kecil yang sederhana untuk istrinya di atas meja rias yang ada di kamar tidur. Jantungnya berdegub kencang ketika ia berangkat ke tempat kerja. Ia dipenuhi rasa takut akan penolakan akibat merasa bodoh karena setelah bertahun-tahun baru kali ini ia bisa berbuat demikian. Ia juga merasa gelisah dengan pendekatan yang sedang dilakukannya terhadap istrinya dengan maksud memperlihatkan perasaannya terhadap istrinya. Semua perasaan itu memenuhi benaknya.

Pada malam harinya, ketika ia kembali dari tempat kerjanya, istrinya tidak pernah menyinggung tentang hadiah itu, dan demikian juga dirinya.

Keesokan harinya ia meninggalkan sesuatu lagi bagi istrinya di dapur. Tetapi, istrinya tidak pernah menyinggung tentang hal itu pada malam harinya dan demikian juga dengan dirinya.

Setiap hari setelah kejadian itu ia selalu meninggalkan sesuatu untuk istrinya di tempat-tempat tertentu di dalam rumah sehingga istrinya bisa menemukan hadiah tersebut ketika sedang membereskan dan merapikan rumah. Mereka tidak pernah saling membicarakan hal  itu. Setiap hari ia meninggalkan hadiah kecil dan istrinya pasti menemukannya.

Setelah kira-kira dua minggu, istrinya mendapati bahwa dirinya tidak bisa lagi memulai pekerjaannya di dalam rumah tanpa terlebih dahulu mencari di seluruh sudut rumah hadiah yang telah ditinggalkan suaminya setiap pagi. Kebiasaan setiap pagi untuk “memburu harta karun” ini telah menjadi sesuatu yang membangkitkan semangatnya. Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, ia tidak bisa mengabaikan perhatian dan kasih sayang yang sedang diperlihatkan oleh suaminya.

Sebulan kemudian, pada suatu hari ketika ia tiba di rumah, Robert mendapati istrinya sedang mengenakan pakaian baru dengan potongan rambut yang baru pula. Bulan berikutnya berlalu dan Robert mengamati bahwa istrinya berhasil mengurangi kerutan-kerutan yang ada di wajahnya. Di depan matanya, yang pertama kali menarik hatinya adalah sikap dan penampilan istrinya mulai tampak seperti layaknya seorang gadis muda yang cantik dan ia merasa benar-benar kembali jatuh cinta kepada istrinya.

Empat tahun kemudian mereka pergi bersama-sama berlibur melakukan “bulan madu yang telah tertunda selama tiga puluh tahun”.

Sampai hari ini tidak ada seorang pun dari antara mereka yang pernah menyinggung tentang hadiah-hadiah yang setiap harinya ditinggalkan oleh Robert untuk istrinya. Robert merasa sulit untuk menyatakan perasaannya, namun ia telah BELAJAR bahwa ia bisa menunjukkannya melalui KOMUNIKASI penuh kasih MELALUI TINDAKANNYA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s