SEX : PRINSIP PELEPASAN (by Ed. Cole “Communication, Sex & Money”)

PRINSIP PELEPASAN (istilah saya sendiri)  adalah salah satu prinsip yang paling berkuasa yang diberikan Yesus kepada orang percaya. IA berkata.”Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” (Yoh. 20 : 22-23)

Jika anda mengampuni dosa seseorang, maka dosanya itu diampuni (dilepaskan), dan jika anda tidak mengampuni, maka dosanya tidak diampuni (dilepaskan). ‘anda tetap menahan apa yang tidak anda lepaskan.

Demikianlah cara kerja bagaimana dosa itu menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Anak-anak yang tidak mengampuni dosa-dosa ayah mereka, mempertahankan dosa-dosa itu dan melakukan kesalahan yang sama terhadap anak-anak mereka. Secara nyata penulis melihat fakta dari pengalaman pribadi dan pelayanan, bahwa mereka melakukan kesalahan yang sama terhadap anak-anak mereka sebagaimana yang telah dilakukan oleh ayah mereka terhadap diri mereka jika mereka tidak mengampuni ayah mereka.

Namun suatu hal yang indah adalah bahwa Yesus memberi jalan untuk melepaskan kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa keluar dari kehidupan kita. Dengan menerima kuasa Roh Kudus dan mengampuni sebagaimana Allah mengampuni, maka semua itu dilepaskan dari hidup kita. Kita bisa menjalani hidup yang bebas dari kesalahan-kesalahan masa lalu.

Kisah nyata terjadi dalam sebuah keluarga, dimana seorang ayah mendidik anak-anaknya dengan diktator dan pukulan… Anak (A) yang dipukul pada waktu itu tidak melawan, tetapi karena sering terjadi hal demikian timbullah kebencian kepada ayahnya. Jika ayahnya memukul, ia memukul seperti memukul binatang, memakai kayu, rotan dll. Ibunya tidak bisa melarang hal tersebut.. Anak ( A) tersebut tumbuh dalam kebencian kepada ayahnya. Sesudah anak ( A) itu dewasa dan menikah serta mempunyai anak, ia memperlakukan anak-anaknya seperti ia diperlakukan ayahnya. Ketika ia marah ia memukul anak-anaknya dengan kayu, rotan seperti ia dipukul ayahnya dulu…. sehingga anaknya juga benci kepada dia (A).

Suatu hari sang anak (A) mendengar prinsip pelepasan dalam sebuah acara Mens Camp… Tuhan menyuruh anak (A) ini mengampuni ayahnya…Sambil menangis akhirnya Tuhan memberi kemampuan kepada si A ini mengampuni papanya…dan akhirnya usai Mens Camp ia mendatangi ayahnya untuk mengakui hal tersebut… dan juga mendatangi anak-anaknya untuk minta maaf… Lambat laun si A ini berubah karakternya menjadi mengasihi anak-anaknya dan juga kepada ayahnya.

Kisah lain lagi : Dalam suatu pertemuan yang diadakan baru-baru ini dimana alm. Ed Cole membagikan kebenaran ini, seorang wanita mendatanginya dengan hati yang dipenuhi dengan sukacita. “Aku tidak pernah tahu mengapa selama ini aku tidak pernah merasa cukup baik untuk menjadi seorang istri atau ibu, sampai aku mendenganr kebenaran tentang prinsip pelepasan. Keperawananku direnggut ketika aku masih berusia lima tahun, dan aku menyadari bahwa itulah alasan mengapa aku tidak pernah bisa merasa layak. Aku selalu merasa sepertinya aku adalah seorang wanita yang lebih rendah dari wanita lainnya..Mala itu aku mengampuni pria yang telah merenggut keperawananku, dan untuk pertama kali di dalam hidupku, aku merasa seperti seorang wanita sejati.

Apakah anda membutuhkan pelepasan? Apakah ada dosa-dosa yang telah anda lakukan dan perlu dibuang dari pikiran dan roh anda? Apakah anda ingin dibebaskan? Apakah anda masih memikul dosa-dosa orang lain karena belum pernah ada orang yang menyatakan kebenaran ini kepada anda? Maka izinkanlah saya berdoa bersama anda – sekarang ini.

Pertama, izinkanlah saya untuk berdiri sebagai pengganti pria (atau wanita) yang pernah menganiaya anda, pernah menyerang anda, dan saya meminta anda untuk mengampuni saya sebagai pengganti mereka. Mereka mungkin tidak akan pernah bisa mengatakan hal ini kepada anda – tetapi saya bisa melakukannya bagi mereka.

Ampunilah saya. Jika anda seorang wanita, ampunilah semua yang telah kami – kaum pria – lakukan terhadap anda. Kini izinkanlah saya berdoa dengan anda. Ucapkan doa ini bersama dengan saya :

“Allah, Bapaku, aku datang kepada-Mu seturut dengan Firman-Mu untuk percaya dan menerima kesembuhan dari Yesus Kristus di dalam hidupku. Dengan iman aku menerima kuasa jamahan Roh Kudus-Mu di dalam hidupku. dengan otoritas Firman-Mu sekarang ini aku mengampuni orang yang pernah menganiayaku dan semua perbuatan yang telah dilakukannya terhadapku. Aku melepaskannya ke luar dari hidupku. Dan sekarang – dengan iman – aku terima kesembuhan yang berasal daripada-Mu untuk memulihkan hidupku atas apa yang terlah dicuri dari diriku. Dalam nama Yesus saya berdoa .. Amin

Advertisements

2 thoughts on “SEX : PRINSIP PELEPASAN (by Ed. Cole “Communication, Sex & Money”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s