UANG : PRINSIP INVESTASI (part two) (by Ed. Cole “Communication, Sex & Money”)

UANG : PRINSIP INVESTASI (part two) (by Ed. Cole “Communication, Sex & Money”).

PENUNTUN UNTUK MENGINVESTASI :

1. ANDA MENANAM INVESTASI DI DALAM DIRI ORANG LAIN :

Sebuah perusahaan hanya sebaik personil yang mengelola dan menjalankannya.  Jika anda ingin menginvestasi uang anda , tetapi anda tidak mengenal dan mengetahui siapa yang mengelola dan bekerja (CEO) dari perusahaan , bagaimana karakter dan keahliannya, sebaiknya anda simpan uang anda saja daripada nanti mendatangkan kerugian.

2. SEBELUM MENANAM INVESTASI, SELIDIKILAH TERLEBIH DAHULU :

INTEGRITAS (Kejujuran) adalah inti (esensi) dari karakter, sedangkan KESETIAAN adalah batu penjuru Karakter. “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya” ( Amsal 14 : 15).  Rasa damai di dalam pikiran dan hati anda adalah bukti terbaik bahwa apa yang anda lakukan itu benar. Damai sejahtera adalah WASIT dalam melakukan kehendak Allah. Dalam hal investasi, kedua belah pihak sangat membutuhkan integritas.

3. RESIKO, JANGAN BERSPEKULASI :

Segala sesuatu yang ada di dalam hidup ini mengandung resiko. Anda harus mengambil resiko di dalam segala hal yang anda lakukan dan di dalam setiap kali anda mengambil keputusan. Tetapi resiko berbeda dengan spekulasi. Berspekulasi adalah MENGAMBIL RESIKO DARI USAHA COBA-COBA.

4. HARTA DALAM BENTUK DOKUMEN TERTULIS :

Kesalahpahaman adalah salah satu penyebab timbulnya perselisihan. Orang yang bersahabat bisa saling bermusuhan karena kesalahpahaman. Itulah sebabnya sebaiknya setiap perjanjian harus tertulis. Jika tidak tertulis berarti hal itu tidak pernah ada. Orang bisa kehilangan anugrah Allah yang terbaik karena ketidak sabaran dan kesalahpahaman. KEPERCAYAAN adalah DASAR Persahabatan, tetapi INGATAN YANG LEMAH merusak kepercayaan itu.

5. JANGAN HIDUP DENGAN KEMATIAN :

Jika anda kehilangan suatu investasi, kuburkanlah hal itu. Orang yang mengalami kegagalan dan menolak untuk bangkit kembali, ia hidup dengan kematian. Belajarlah untuk hidup. Kuburkanlah semua kegagalan masa lalu anda, tetapi jangan sekali-kali menguburkan talenta-talenta yang masih anda miliki.

6. TANAMLAH INVESTASI PADA ORANG-ORANG YANG PRODUKTIF :

Di dalam perumpamaan tentang uang mina, Yesus mengajarkan suatu kebenaran yang lain yang sangat penting disimak : “Orang yang paling sedikit bekerja adalah orang yang paling BANYAK bicara.” Orang yang bekerja tidak pernah akan membuang-buang waktu atau memenuhi perbuatan mereka dengan obrolan.

7. BAYANGAN LEBIH MENAKUTKAN DARI KENYATAAN :

Sebagai orang dewasa, bayangan adalah apa yang kita pikirkan tentang apa yang sedang dipikirkan dan apa yang akan dilakukan oleh orang lain. Ketakutan merupakan hasil dari rasa bersalah yang ada di dalam diri Adam ketika ia ada di taman Eden. Hubungan antara takut dan rasa bersalah itu masih tetap ada. Orang yang meminjam dan yang tidak membayar kembali pinjamannya menderita karena rasa bersalah. Manusia yang pernah berjanji kepada Allah dan tidak berada tetap di dalam komitmen mereka juga akan menderita rasa bersalah. Manusia cenderung menghindari orang yang kepadanya ia merasa bersalah, baik itu terhadap manusia atau terhadap Allah sendiri.

Rasa bersalah itu menciptakan bayangan yang paling besar. Rasa bersalah adalah pembunuh.

Bila seseorang meminjam uang dari anda, maka pinjaman anda kepadanya merupakan suatu investasi didalam dirinya. Jika utang itu belum terlunasi, setiap kali anda melihat orang itu maka anda akan mengingat utangnya kepada anda. Ia akan merasa bersalah karena tidak bisa melunasi utangnya, tetapi andalah yang akan terus menerus memikirkan hal itu – dan dengan berbuat demikian, anda akan memikul rasa bersalahnya. Hal ini akan menciptakan suatu bayangan di dalam hubungan anda. Satu-satunya cara untuk bebas dari rasa bersalah orang lain adalah dengan MENGAMPUNI ORANG LAIN tersebut.

8. DANA DATANG DARI SAHABAT-SAHABAT :

Alkitab mengatakan,”Jangan kau tinggalkan temanmu dan teman ayahmu. Jangan datang di rumah saudaramu pada waktu engkau malang…” (Amsal 27 : 10). Investasi untuk menjalin persahabatan akan memberi keuntungan yang lebih besar dari perusahaan manapun juga.

9. INVESTASIKAN HIDUP ANDA UNTUK KEBAIKAN ANDA SENDIRI :

Setiap investasi yang anda lakukan selalu merupakan investasi diri anda sendiri. Menginvestasikan waktu anda adalah menginvestasi diri anda sendiri, menginvestasi talenta anda adalah menginvestasi diri anda sendiri. Menginvestasi uang anda adalah menginvestasi diri anda sendiri. Orang yang tidak menanam investasi di dalam Kekekalan tidak akan pernah mengembalikan persembahan persepuluhan kepada Tuhan atau Gereja-Nya. Besarnya kehidupan seseorang diinvestasikan di dalam Kerajaan Allah ditunjukkan lewat investasinya di dalam kotak persembahan. Siapa yang kurang kasih, memberi sedikit. Siapa yang penuh kasih, memberi banyak.

10. JANGAN BERHENTI : Jangan, jangan, jangan, jangan , jangan, jangan, jangan pernah berhenti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s