SELF-IMAGE (part two) (by Ed. Cole “ On Becoming a Real Man)

SELF-IMAGE (part two) (by Ed. Cole “ On Becoming a Real Man)

Sebagaimana kualitas seorang pria ditentukan bagaimana hatinya (manusia batiniah) dan karakter moralnya demikian pula juga dengan produk barang.

Kualitas suatu produk bergantung pada kualitas bahan yang digunakan.” Akibatnya semakin murah suatu barang, semakin tebal pula polesannya. Jika suatu bahan berkualitas rendah, maka diperlukan polesan yang tebal untuk menyamarkan keadaan yang sesungguhnya.

Perabot yang terbuat dari kayu berkualitas tinggi hanya perlu dipolitur tipis-tipis saja untuk menampakkan keindahan serat-serat kayunya. Tetapi, perabot yang dibuat dari kayu yang kurang baik mutunya seringkali dilapisi dengan cat yang tebal dan berkilau agar mutu kayunya yang buruk itu tidak terlihat.

Demikian juga dengan wanita.

Wanita-wanita tuna susila selalu tampil dengan berbagai pelengkap yang gemerlapan agar dapat menyembunyikan karakter mereka yang sesungguhnya. Mereka memakai make up yang tebal, busana yang mencolok mata, mobil dan perhiasan yang berkilauan – berbagai polesan tebal yang dibutuhkan oleh bahan bahan berkualitas rendah.

Demikian juga para pria.

Para penipu ulung, baik yang berkeliaran di daerah kumuh ataupun yang melancarkan siasatnya dari ruang-ruang kantor mewah adalah orang-orang yang dengan licik menggunakan berbagai teknik canggih untuk menciptakan kesan menarik di mata orang lain. Mereka menyelubungi berbagai perbuatan curang mereka dengan penampilan lahiriah yang menawan.

Sebaliknya, kualitas seorang pria sejati akan menghasilkan dampak yang berkualitas tinggi. Orang dapat mempercayai dan mengandalkan karakter seorang pria sejati, karena pria sejati tidak perlu melakukan kecurangan untuk mendapat keuntungan, pengakuan dari orang lain, ataupun rasa hormat dari anak dan istrinya. Dalam setiap bidang kehidupannya dan dalam setiap segi keberadaannya, ia benar-benar sejati, tidak ada kepalsuan dan kepura-puraan padanya.

Dalam hidup ini setiap pria dibatasi oleh tiga hal berikut :

  1. Pengetahuannya : Apa yang masuk ke dalam pikirannya lewat mata & telinga menentukan perkataan dan tindakannya..
  2. Kualitas karakternya : Apa yang menjadi komitmen dan pelaksanaan tindakan dan perkataan sesuai apa yang ada dipikirannya menguji apakah orang tersebut baik atau buruk.
  3. Prinsip-prinsip yang mendasari kehidupannya.

Ketiga hal tersebut akan membentuk diri seorang pria menjadi lebih baik atau lebih buruk. Ketiganya menentukan KUALITAS kehidupan seorang pria. Adapun kualitas SELALU BATINIAH, bukan lahiriah.

Demikian pula Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh karakter moral masyarakatnya serta prinsip-prinsip yang melandasi kehidupan pribadi masing-masing anggota masyarakat tersebut.

How about you ????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s