CERMIN YANG RETAK (“On becoming a Real Man” by Ed. Cole)

CERMIN YANG RETAK (“On becoming a Real Man” by Ed. Cole)

18492162-3d-people-man-people-thinking-with-red-question-marks-above-his-head-over-Stock-Photo

Secara umum  pria sudah tidak lagi mementingkan kenyataan yang sebenarnya akan jati dirinya. Mereka lupa akan kebenaran tentang siapa dirinya (Who am I ?) dan apa tujuan hidupnya. Dahulu media menggambarkan jati diri seorang seperti pahlawan (baik karakter dan penampilan), tetapi lama kelamaan bergeser hanya kepada penampilan luarnya saja.. Akibatnya ketika tekanan hidup memuncak banyak kegalauan terjadi dalam hidup manusia.

Pada dasarnya, setiap pria memiliki tiga jati diri yang perlu dihadapinya :

  1. Jati diri yang ingin diperlihatkannya kepada orang lain
  2. Jati diri menurut pandangannya sendiri
  3. Jati diri yang SESUNGGUHNYA ia miliki

Keselarasan antara ketiga identitas inilah yang menentukan kepribadian seseorang yang sesungguhnya dan yang akhirnya akan mendatangkan damai sejahtera dalam kehidupan.

JATI DIRI YANG INGIN DITAMPILKAN DI HADAPAN ORANG LAIN :

identity8Dewasa ini banyak beredar buku-buku petunjuk yang sarat dengan nasihat mengenai cara mengubah atau menciptakan suatu citra/jati diri tertentu. Hal ini mengakibatkan banyak pria hidup sebagai sosok pribadi yang berbeda dengan keberadaan yang sebenarnya.

Ada seorang pria bernama Larry yang mengaku sebagai ahli keuangan. Orangtuanya adalah seorang hamba Tuhan. Ia dibesarkan di tengah keluarga yang saleh dengan orang tua yang tekun berdoa. Namun, ia sendiri tidak pernah membangun kehidupannya di atas dasar-dasar yang kokoh, yaitu prinsip-prinsip yang kudus & benar, iman yang sejati, dan hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Ia sekadar membangun citra lahiriahny adan terus berusaha tampil sebagai seorang yang bertalenta hebat serta memiliki charisma yang mempersona. Tetapi dasar-dasar karakter yang saleh sama sekali diabaikannya dan tidak pernah dikembankannya.

Gaya dan penampilan Larry yang begitu menarik berhasil memikat seorang pemuda bernama John. John terbujuk untuk menanamkan modal dalam proyek Larry dan mendorong orang-orang lain melakukan hal yang sama. Para penanam modal tidak menyadari bahwa pesona pribadi Larry itu hanyalah selubung  yang menutupi karakternya yang penuh tipu daya. Akhirnya mereka tertipu dan menyadari bahwa sebenarnya mereka telah tertipu oleh citra diri Larry yang idbangun secara cermat.

JATI DIRI MENURUT PANDANGANNYA SENDIRI20110413-050355a

Gabungkanlah nasihat-nasihat duniawi dengan pengertian menjadikan betapa kuatnya pengaruh sebuah citra diri. Hasilnya adalah perpaduan yang amat membahayakan.

Contoh : Rehabeam (anak Salomo) dalam 1 Raja2 12 : 1 – 24 memilih nasehat orang-orang muda yang mengarahkan kebijakannya untuk menindas rakyatnya lewat pajak daripada nasehat orang-orang tua yang menganjurkan keringankan pajak untuk rakyat, sehingga citra dirinya sebagai pemimpin di mata masyarakat adalah kejam dan otoriter. Padahal Rehabeam mempunyai mimpi sebagai pemimpin yang baik seperti ayahnya.

Kita selalu terdorong untuk menjadi seperti yang kita bayangkan. Apa yang dipikirkan orang, begitulah dirinya. Karena kita terus bergumul untuk hidup sesuai dengan citra diri yang kita ciptakan, atau yang diciptakan orang lain, maka MENCIPTAKAN citra merupakan salah satu usaha manusia yang dapat mendatangkan PENGARUH yang paling KUAT, sedangkan MENGHANCURKAN citra adalah hal terkuat berikutnya.

JATI DIRI PRIBADI YANG SESUNGGUHNYA

Di manakah kaum pria dapat menemukan citra kepriaan yang sejati ? Hanya di dalam diri Allah, yang menciptakan semua manusia menurut “GAMBAR-NYA” (citra-Nya). Semuanya tertulis dalam Alkitab sebagai Firman Allah dan berpusat kepada Kristus. Prinsip-prinsip dalam Alkitab harus menjadi standard nilai-nilai moral yang mutlak tentang siapa anda dan apa tujuan hidup anda.

6a00d834515f9b69e201b7c715b5e8970b-320wiKebesaran seorang manusia maupun bangsa tidak ditentukan oleh nilai kekayaan mereka, tetapi oleh kekayaan nilai-nilai mereka.

Karakter moral yang menentukan kepriaan yang sejati sesungguhnya terletak pada bagian terdalam dari manusia batiniah seorang pria. Amsal 4:23 mengatakan “… dari situlah (hati) terpancar kehidupan”

Menjadi pria yang seperti Kristus atau menjadi pria sejati adalah pria yang berusaha hidup sesuai dengan citra penciptanya. Hal ini adalah perbuatan yang jauh lebih penting daripada sekadar mengaku “lahir baru” atau menyebut diri sebagai “orang Kristen

Dengan demikian segala perkataan dan perbuatan pria sejati akan menjadi garam dan terang yang memuliakan Tuhan seumur hidupnya.

Yang menjadi pertanyaan : ada di area manakah jati diri anda berada?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s