PENGORBANAN SEORANG GURU

KISAH TRAGIS PENEMBAKAN BRUTAL DI CONNECTICUT

Peristiwa pembunuhan massal yang terjadi pada tanggal 14 Desember 2012 di Sandy Hook Elementary School, Connecticut, US yang sangat kejam terjadi pada 20 anak-anak kecil dan beberapa orang dewasa membuat seluruh dunia berduka dan memberikan perhatian pada kejadian ini. Banyak keluarga berduka dan mengutuki sang pembunuh, bahkan meminta pemerintah untuk memperketat regulasi tentang kepemilikan senjata, tapi dalam peristiwa ini ada sebuah tindakan kepahlawanan yang dilakukan oleh guru-guru yang mengorbankan nyawa mereka untuk keselamatan anak-anak didiknya. Padahal posisi guru seringkali merupakan posisi yang tidak dianggap dan tidak dipandang dalam kehidupan bermasyarakat.

Victoria Soto, guru yang berumur 27 tahun ini, merupakan salah satu guruyang dibunuh pada peristiwa pembunuhan massal tersebut. Seperti yang diketahui, Victoria terbunuh karena melindungi murid-muridnya. Pada saat Victoria mendengar suara tembakan, ia segera menyelamatkan murid-murid yang berada di dalam kelasnya dengan bersembunyi di dalam lemari-lemari dan bilik toilet. Victoria Soto berusaha menjadi benteng, untuk memasukan anak-anak dalam lemari dan melindungi mereka dari penembak tersebut. Ia berdiri dengan menempatkan dirinya diantara penembak tersebut dan anak-anak dan hal ini yang mengakibatkan dia ditembak secara tragis. Sebuah kisah tragis patriotik dan mengharukan sempat terjadi di menit-menit terakhir kehidupan Victoria sebelum sang pelaku menembak mati wanita cantik itu.

Banyak kemungkinan tindakan yang dapat diambil pada saat penting itu, Victoria Soto dapat saja bersembunyi dan meninggalkan anak-anak. Kejadian ini sangat menguncang keluarga Victoria, namun mereka juga bangga dan kagum karena Victoria meninggal dengan mempertahankan apa yang dia cintai.  

Pada akhir zaman ini, bukankah iblis sedang mengacungkan senjatanya pada generasi anak-anak ini, dari anak kecil sampai remaja. Iblis merajalela dengan segala macam hiburan, permainan, dan pergaulan yang membuat anak-anak jauh dari Tuhan dan pada saatnya iblis akan menekan pelatuknya, dan generasi ini akan mati. 
Di dalam Yeh 22:30, Tuhan berkata “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.”

Tuhan masih mencari penjaga-penjaga yang mau membangun benteng di saat-saat penting ini. Generasi ini membutuhkan setiap kita yang rela ‘mati’ dan berkorban untuk setiap jiwa-jiwa yang membutuhkan keselamatan dari Tuhan. Tuhan mencari orang-orang yang mau yang berdiri dan mengorbankan nyawanya untuk mempertahankan generasi anak-anak, sehingga mereka tidak musnah oleh tipu daya iblis.  Pertanyaannya apakah kita adalah orang-orang yang mau berdiri dan mau berkorban untuk mempertahankan generasi ini agar generasi ini dieselamatkan?

Healing Quote :
Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya,  telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.” (1 Tesalonika 2:11-12)

Sumber : http://www.HMMINISTRY.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s