SUARA KESEDIHAN PENDETA DI LOBANG NERAKA – 28 Agustus 2013 oleh Pius Joseph

Saya menangis hebat di hadapan Tuhan. Saya menyembahNYA dengan begitu mendalam. Dalam Roh, saya langsung bersama Yesus di neraka.

Dari Penglihatan ini, saya melihat seorang pria yang benar-benar tenggelam dalam lautan lumpur hitam yang mengepul. Pria itu adalah seorang pendeta India. Yesus dan saya berdiri menatap pria itu. Pria itu menangis. Ia mengulurkan tangannya untuk meminta bantuan kepada Tuhan. Tuhan mulai menangis. air mata mengalir dari mataNYA. Dia menatap pria itu tak berdaya. Tuhan Yesus , saya dan pendeta India itu semuanya menangis. “Apa yang dia lakukan?” tanya Saya, “Tanyalah kepadanya” jawab Yesus. “Apa yang membawamu ke sini, Pak ?” Orang itu menjawab : “Saya dipakai untuk menjadi hamba Tuhan yang setia di Bombai, India sampai saya jatuh ke dalam tindakan imoralitas. Saya merasa sangat malu untuk mengakui dosa-dosaku, saya mulai menyimpan beberapa wanita di luar rumah pernikahan saya. Saya berhubungan seks dengan mereka…. saya tidur di satu malam dan itu adalah yang terakhir. Saya melihat diri saya dalam lautan lumpur. ” Dia melanjutkan, “Saya pikir itu adalah mimpi. Saya berkata kepada diri saya. Saya harus bertobat sekarang sebelum mimpi ini menjadi kenyataan. Saya kemudian mendengar suara tawa mengejek di atas dari neraka. Setan-setan memberitahu kepada saya bahwa saya sudah mati dan inilah di mana saya akan selamanya berada” Pria itu mengangkat tangannya sambil menangis. Jubah putih Yesus juga sudah basah karena air mata. Yesus menarik tangan saya menjauh dari orang itu.

Seorang pria sedang berjalan di neraka dan mengumpulkan belerang. Dia mengumpulkan batu-batu belerang dan meskipun batu-batu belerang itu membakarnya dengan hebat, ia terus mengumpulkannya. ” Ya Tuhan, saya tidak percaya bahwa emas di sini tidak ada habisnya. Saya akan terus menumpulkannya lebih dan lebih lagi. Saya suka harta karun tersebut. Ya Tuhan , terima kasih untuk berkat yang luar biasa. ” Tangannya sudah rusak oleh karena belerang-belerang itu. Api menghancurkan daging dan kulit di tangannya hingga terkelupas dan terlihat berwarna merah darah. Semua telah hancur. Dia juga adalah seorang pendeta . 

Kami pergi lebih jauh dam saya melihat seorang wanita dalam lubang . Dia telanjang dan setan menuangkan asam pada penutup lubang. Wanita itu bermandikan asam. Semakin ia menyentuh tubuhnya, semakin asam itu merusak tubuhnya. Kulitnya terkelupas. Dia tidak bisa berhenti menyentuh tubuhnya.

Saya melihat seorang wanita yang berjalan dengan angkuhnya di neraka. Dia juga adalah seorang pendeta. Dia telanjang. “Kau harus membeli pakaian-pakaian itu lebih lagi, dan juga desain-desainnya. Saya harus menjadi yang terbaik ketika saya naik di mimbar pada gari Minggu nanti. Sepatu pun harus yang terbaik dan kemudian, saya juga butuh mobil baru.” demikian katanya. Yesus menggeleng-gelengkan kepalanya. Tuhan berkata kepadanya, “kau sudah mengijinkan keduniawian untuk menyebabkanmu keluar dari panggilanmu.” Itu sangat mendadak.

Saya melihat dan kami berada di luar neraka. Yesus berkata, ” beritahukan UmatKU untuk tidak membuatKU menangis lagi. Sudah cukup AKU menangis. AKU tidak ingin mereka datang ke sini lagi.” Tuhan kemudian menghilang. Saya berteriak kepada Tuhan, “Jangan tinggalkan saya di sini. Saya akan mengikutiMU. Saya tidak ingin hidup di bumi lagi.” Saya mendengar suara Tuhan, “Pius, belum waktunya. Untuk saat ini, saatnya untuk berkhotbah. Tulislah apa yang sudah kau lihat dan peringatkanlah umatKU. “

 

Disampaikan oleh Pius Joseph

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s