TESTIMONY OF THE LESBIAN REPENT / KESAKSIAN LESBIAN YANG BERTOBAT (In Indonesian & English)

KESAKSIAN LESBIAN YANG BERTOBAT

 

Mantan-Lesbian-Sembuh

Banyak yang menganggap bahwa LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) itu tidak bisa disembuhkan, bahkan ada banyak statement yang menyatakan ini adalah jati diri yang harus diterima. Penelitian anatomi dan berbagai penelitian lainnya pun dilakukan guna mencari tahu kebenaran hal tersebut. Dari penelitian-penelitian tersebutlah akhirnya dijadikan sebagai pijakan bagi para kaum LGBT untuk menyuarakan keberadaan mereka.

Lalu apakah benar kaum Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender itu tidak bisa disembuhkan ?? Sebelum terburu-buru menjawab pertanyaan itu, mari kita luangkan waktu untuk membaca wawancara mengenai kesaksian mantan lesbi yang mengaku telah menjadi lesbian selama kurang lebih hampir 40 tahun dan kini sudah kembali normal !!”

** Berikut wawancara ekslusif dengan Ibu Ully mantan lesbian yang telah pulih ***

Sebelum memulai pertanyaan, kenapa ibu Ully bersedia untuk menceritakan masa kelam ibu yang dulunya sebagai seorang lesbi ?? Padahal bagi banyak orang ini adalah hal yang tabu ??

“Karena saya mengasihi rekan, sahabat saya yang masih hidup dalam ikatan roh gay dan lesbian”
Baik, sejak umur berapa ibu menyadari jika ibu menyukai sesama jenis ?? Jika boleh tahu, apa akar penyebab ibu menyukai sesama jenis ??

“Dari umur 7 tahun, usia SD. Ini mungkin salah satu penyebabnya: Bapa saya meninggal dunia saat saya berusia 3 bulan dan mama saya menikah lagi. Saya memiliki bapa tiri yang selalu mempelakukan saya dengan sangat kasar, saya sering dipukulin, selalu disiksa seperti dia memperlakukan seorang anak laki2. Dari situ saya mulai punya satu pemikiran, kenapa saya harus jadi perempuan? Kalau saya jadi laki2 seperti bapa tiri saya, saya bisa memperlakukan perempuan seperti bapa tiri saya memperlakukan saya. Dan saya mulai menumbuhkan pikiran dan perasaan itu dalam hidup saya, sampai itu jadi berakar kuat dalam perasaan dan pikiran saya.
“Kalau saya jadi laki2 seperti bapa tiri saya, saya bisa memperlakukan perempuan seperti bapa tiri saya memperlakukan saya”  

“Perlakuan seperti apa yang ibu maksud ?? Apakah melakukan kekerasan juga kepada perempuan atau justru timbul sifat kemaskulinan untuk melindungi wanita ??

Saya tidak melakukan kekerasan kepada perempuan, tapi saya menjadi maskulin utk melindungi wanita, sehingga wanita tidak diperlakukan seperti saya.”

Berarti jika kami boleh menyimpulkan, perasaan pada sesama jenis ini terjadi karena konflik yang terjadi di dalam keluarga ?? Lalu pada saat itu bagaimana perasaan ibu kepada bapa tiri itu ??

Ada rasa benci, marah terhadap bapa tiri saya. Yg membuat saya semakin benci terhadap bapa tiri saya, Saat saya usia 10 tahun, mama saya meninggal, saya tinggal dgn bapa tiri saya, saat itu dia juga mau perkosa saya, tapi saya bisa lawan, saya akhirnya pergi meninggalkan rumah, saya tinggal sama dgn om,kakak dari mama saya

Setelah ibu kabur meninggalkan bapa tiri itu dengan jiwa yang penuh dengan konflik dan terluka, bagaimana kehidupan ibu selanjutnya ??

“Saya bertumbuh dengan sifat dan perilaku yg menyimpang. Saya suka dgn sesama jenis,dan saya mulai hidup dalam tekanan perasaan yg saya miliki, ada rasa sedih, rasa marah, rasa tidak ada yang memperdulikan saya, saya benar2 bertumbuh dalam satu kondisi yg sangat labil.

Lalu sejak kapan ibu mulai memberanikan diri untuk mulai membangun hubungan dengan sesama jenis ?? Apakah pergaulan atau ada kesempatan lain ?? Dan di umur berapa itu terjadinya ??

“Saat saya lulus SMA, tahun 1984, saya hijrah ke Jakarta, umur saya 22 tahun, dan setelah di Jakarta, saya Mantan-Lesbian-Sembuh-7mulai kerja di satu majalah terkemuka, di situ saya mulai kenalan dengan salah satu teman kerja saya inisial LV, saya mulai mendekati LV, dan dia rupanya seorg yg suka laki2 dan juga perempuan, saya mulai menjalin hubungan dgn dia. Dan kita trus pacaran, sampai satu saat dia menikah.”

Setelah itu saya mulai masuk dalam kehidupan malam, ke diskotik, didalam pergaulan malam itu, disitulah saya mulai bertemu dgn rekan sesama lesbian dan gay, saat itu saya merasa inilah dunia saya. saya merasa inilah dunia yg saya impikan wkt saya masih di kampung. Saya seperti mendapat saudara yg sama, kita tidak lagi tertutup, semuanya open. Mulai ada komunitas lesbian dan gay.”

Apakah ada rasa takut saat pertama kali membangun hubungan dengan LV ?? Apa yang membuat LV lebih memilih untuk menikah dibanding mempertahankan hubungannya dengan ibu ?? Kemudian saat masuk komunitas LGBT, berapa lama ibu uli berada di dalam komunitas tersebut ?? Dan bagaimana kondisi ibu saat memasuki pergaulan komunitas LGBT ini ??

Saat saya ketemu dgn LV, dan kita menjalin hubungan, saya merasa bahwa perasaan yg saya rasakan ini normal, ternyata ada org yg mau pacaran dgn saya. Tidak ada rasa takut, malah ini membuat saya semakin yakin bahwa ini takdir saya. 6 tahun Saya menjalin hubungan dgn LV. Seperti yg saya ceritakan di atas bahwa LV juga berpacaran dgn laki2, sampai dia hamil, saat LV hamil, saya memutuskan utk melepaskan dia dan saya yg mendorong dia utk menikah.”

“Seperti yg saya ceritakan sebelumnya bahwa saya menjadi maskulin agar saya bisa melindungi perempuan, itu saya tunjukkan saat LV hamil. Laki2 yg menghamili dia tidak mau bertanggung jawab, tapi saya datang dan saya bicara dgn laki2 tersebut, dan akhirnya dia mau trima dan mereka menikah, dan suami dari LV mengetahui bahwa saya dgn LV punya hubungan. Tapi saat saya melepaskan LV utk menikah, saya sampaikan utk suaminya bahwa saya tdk akan menganggu rumah tangganya, saya suport mereka, krn org tua dari LV tdk mau menerima suaminya ini. Tapi krn saya dekat dgn org tua LV, saya memberikan pengertian, akhirnya org tua LV bisa menerima. Hubungan saya dgn suami LV berjalan baik. Sejak mereka menikah sampai saat ini saya tdk pernah bertemu lg dgn LV dan suaminya. Waktu dgn LV kami tinggal di kost, ditempat kost.”

Saya berada di komunitas LGBT sejak dr tahun 1990-2002. Jadi cukup lama, saya mulai menjalin hubungan dgn beberapa org, mulai pakai narkoba, tiap malam di diskotik, mabuk2an, perokok, tinggal di tempat kost yg sangat mengerikan, tempat judi, tempat cewek malam, dan saya terlibat di sana. Kalau mau nanya apa yg rasakan saat ada di sana, saya merasa bahagia, krn semua org menerima saya, tidak ada yg mencemohkan saya, saya merasa inilah dunia saya. Krn saat kita ada didalam komunitas LGBT, kita saling mendukung saling suport, jadi ada perasaan kebersamaan yg kuat dlm komunitas LGBT.”

Lalu apa yg menjadi alasan ibu keluar dari komunitas LGBT di tahun 2002 ?

“Saya pernah mencintai seseorang, dan orang itu sudah memiliki keluarga, ( istri orang). Saat itu saya benar2 merasa sangat hampa, cinta yg saya rasakan ini tidak bisa sepenuhnya saya miliki, saya mulai cemburu, saya merasa sakit, sampai saya pernah mau mengahiri hidup saya. Saya merasa dunia tidak adil bagi saya.

Disinilah titik balik saya, saya merasa kebahagiaan yg saya rasakan selama ini hanyalah kebahagiaan semu. Ditambah lagi kondisi beberapa teman saya yg mati dalam kekecewaan yang sangat mengerikan. Saya mulai sadar bahwa cinta lesbian adalah cinta yg semu,yg tidak bisa dimiliki dan memiliki kalau mau jujur.”

Yg dimaksud ‘istri orang’ itu apakah LV/ orang lain ? Dan jika boleh diceritakan singkat seperti apa teman2 ibu yg mati dalam kekecewaan mereka ?

Bukan LV, istri org berinisial A. Jadi dia sudah menikah baru menjalin hubungan dengan saya. Teman2 saya mati dalam keadaan mereka masih hidup dalam kondisi sebagai lesbian, mereka hidup dalam kekecewaan, tiap hari kerjaannya mabok, pakai narkoba, ada yg over dosis, ada yg kanker, ada yg pembuluh darahnya pecah. Karena gaya hidup LGBT adalah gaya hidup yg bebas, dan kalau kita ada di komunitas, semua disediakan. Mau minuman keras ada, mau narkoba dalam jenis apa saja ada. Pokoknya iblis menyediakan semua yg kita butuhkan.”

Kembali ke pertanyaan sebelumnya : Mengapa ibu bilang cinta lesbian itu semu dan tidak bisa dimiliki ataupun memiliki ?

Yang saya maksudkan dengan cinta yg semu itu, adalah sia2. Tidak akan saya dapatkan apa2 dari cinta yg saya rasakan terhadap pasangan lesbian saya.”

Bukankah kaum lgbt selalu memperjuangkan agar cinta mereka bisa dipersatukan dengan pasangan sejenis mereka ?? tapi kenapa ibu justru berkata bahwa akhirnya ibu tidak bisa merasakan kepuasan cinta yang sesungguhnya dan semua sia-sia ??

“Saya tidak sengaja waktu itu pernah baca di alkitab di Roma 1:1-32, firman Tuhan katakan, judu: HUKUMAN ALLAH ATAS KEFASIKAN DAN KELALIMAN MANUSIA. Kalau saya bisa kutip ayatnya seperti ini.”

21. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia2 dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

23. Mereka berbuat seolah2 mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

24. Karena itu Allah menyerahkan kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

25. Sebab mereka mengantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan penciptanya yg harus dipuji selama2nya amin.

26. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab istri2 mereka mengantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

27. Demikian juga suami2 meninggalkan persutubuhan yang wajar dengan istri mereka dan menyala2 dalam birahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki2 dengan laki2, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

28. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran2 mereka yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas.

29. Penuh dengan rupa2 kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, tipu musliahat dan kefasikan.

30. Meraka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.

32. Sebab sekalipun mereka mengetahui tuntutan2 hukum Allah, yaitu bahwa stiap orang yang melakukan hal2 demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Saat saya membaca ayat firman Tuhan ini, ada sesuatu yg terus mengganggu saya, saya semakin hari semakin tersiksa, dalam roh saya dalam pikiran saya. Ini awal saya mulai menyadari apa yg selama ini saya lakukan adalah SALAH.”

“Kemudian apa yang ibu lakukan setelah membaca itu ??

Saya mulai merasa ini ada yang salah dalam diri saya, saya mulai berdoa, saya minta Tuhan tolong saya, utk saya bisa keluar dari ikatan ini. Karena setiap kali saya mau keluar dari dunia LGBT, saya merasa sulit luar biasa. Saya mulai ikut ibadah digreja, dan satu waktu saya ketemu dgn seorang ibu pendeta. Saya konseling, saya ceritakan semua yg saya alami, dan saat itu ibu pendeta ini mendoakan saya. Tapi saya tidak juga bisa lepas dari ikatan ini. Saya berjuang dalam hidup saya, saya mulai lebih banyak cari Tuhan.Tapi tantangannya tidak gampang, banyak teman2 saya mencemooh saya, mereka bilang jangan sok suci, susah, kamu tidak bisa, udahlah, jadi dirimu sendiri aja, apa yang kamu rasakan jalani saja.”

Lalu momen apa yang membuat ibu benar-benar lepas dari kehidupan lesbian ini ??

Mantan-Lesbian-Sembuh-2

Ibu Ully saat bergabung menjadi missionaris

“Tahun 2002 malam natal 24 des, saya nginap di rumah pasangan lebian saya yg inisial A. Wkt itu kita ibadah sama2 dgn suami dan anak2nya. Pulang dr ibadah, saya tidur, tapi tengah malam saya terbangun, dan sejak saat itu saya tidak bisa tidur lagi, saya susah utk tidur, siang malam selama kurang lebih 2 bulan. Sejak saat itu, saya mulai berdoa, saya minta ampun sama Tuhan saya mulai cari orang utk mendoakan saya.

Saat itu saya nonton TV ada acara solusi di SCTV, ada no tlp utk org yg mau minta didoakan, hampir tiap malam saya tlp dan mrk mendoakan saya. Saya mulai tidak lagi punya hubungan dgn komunitas LGBT, saya mulai cari Tuhan. Selama saya tidak bisa tidur selama 2 bulan tapi tubuh fisik saya tidak menjadi lemas, ada sesuatu yg saya rasakan dalam roh saya, ada damai dalam hati saya. Mulai dari situlah ada satu titik balik yg saya rasakan”

Lalu apakah ada pesan dari ibu bagi teman-teman lgbt di luar sana yang masih mempertahankan keyakinan mereka bahwa orientasi seks kepada sesama jenis atau lgbt itu benar ?

“Saya sangat ingin menjangkau mereka.. Saya mungkin mau share, apa itu saya bekerja sama dgn Tuhan. Saat saya bertobat thn 2003, jadi sejak saya tidak bisa tidur selama kurang lebih 2 bulan, jadi 2003, saya benar2 bertobat.

Saya setiap hari baca firman, ibadah, dan benar2 hanya mencari Tuhan, saya memiliki rasa haus lapar akan Tuhan yg luar biasa. Dan Tuhan benar2 memenuhi semua kebutuhan rohani saya. Tapi saat itu saya masih tinggal dilingkungan dimana saya masih bisa berinteraksi dgn komunitas yg ada. Sampai bln Nov 2003 Tuhan membawa saya keluar dr jakarta, ke jogjakarta. Disana saya tinggal di greja, dgn hamba2 Tuhan yg luar biasa. Sebelumnya saya mau bilang bahwa saya bertobat, tapi karena roh lesbian ini mengikat saya kurung lebih 40 thn, jadi tidak serta merta, lepas begitu saja, saya harus berjuang, tapi kali ini saya tidak sendiri lagi berjuang, tapi saya bekerja sama dgn Tuhan.

Di Jogja tempat dimana saya di bentuk Tuhan menjadi manusia baru, saya harus pasang kaca yg besar dikamar saya, dan setiap hari saya harus lihat diri saya didepan kaca dan saya selalu bilang sama org yg ada di dalam kaca itu.. “Ully engkau perempuan, Ully engkau perempuan, Tuhan menciptakan engkau perempuan, jati diri yang Tuhan berikan bagi Ully adalah perempuan, feminim, bukan maskulin.” Saya lakukan ini kurang lebih 6 tahun, saya tidak menyerah dgn roh dusta yg bilang saya laki2, tapi saya trus deklarasikan, saya trus tanam dalam pikiran, hati dan roh saya bahwa saya perempuan.

Ini obat yg Tuhan berikan buat saya, dan saya benar2 berubah, saya benar2 pulih, saya benar2 dimerdekakan oleh Tuhan, lewat deklarasi yang saya buat bagi diri saya. Jadi saya mau bilang bagi teman2 saya di seluruh penjuru jagat raya ini, yang saat ini, kalian masih di ikat oleh roh LGBT, itu adalah roh dusta dari iblis..itu roh dari neraka, jgn mau, karena Tuhan menciptakan kalian serupa dan segambar dengan Dia, dan saat Tuhan cipta manusia, engkau dan aku mantan lesbian, laki2 dan perempuan, tidak ada lesbian atau gay.

Jadi mari keluar dari dunia yg menyengsarakanmu, masuk dunia yg baru yang Tuhan sudah sediakan bagimu. Tinggalkan nerakamu, masuklah surga yg Tuhan berikan bagimu. Jangan keraskan hati, Tuhan mengasihi kita semua. Kalau Tuhan bisa lakukan ini bagi saya, saya berdoa buat sahabat2ku diluar sana, Tuhan juga akan buat dlm hidupmu. Saya yakin 100% bahkan 1000% bahwa gay dan lesbian bisa sembuh. Amin”

Setelah lepas dari LGBT, dampak positif apa yang ibu nikmati dan rasakan ??

“Waaooo..saya tidak bisa gambarkan dengan kata2, saya merasakan kemerdekaan dalam roh, jiwa dan tubuh saya, saya yang dulu suka sakit2an skrg ini hidup sehat, tanpa ke dokter semua penyakit saya yg dulu saya alami wkt masih jadi lesbian sembuh begitu saja, saya mengalami trobosan dalam segala aspek, terutama dalam hal rohani, saya tiap hari penuh sukacita, penuh damai sejahtra, yg saya tidak alami dulu sejak saya kecil sampai saya berumur 40 thn saya bertobat. Skrg ini saya penuh dgn segala kebaikan yg Tuhan berikan. Tuhan sendiri yg memisahkan saya dgn teman2 saya masih tidak mau keluar dr komunitas LGBT.

Saya diberi Tuhan sahabat2 yg baru. Semua sahabat saya tahu hidup saya dulu dan melihat perubahan dalam hidup saya, mereka harus mengakui bahwa semua yang saya alami ini semata2 karena kasih Tuhan. Semuanya saya pakai utk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Saya sekarang jadi hamba Tuhan, saya melayani Tuhan, menjadi misionari, dan kemanapun saya pergi saya mencritakan tentang hidup saya dan karya Tuhan yg terindah yg saya nikmati saat ini.”

Mungkin ibu Ully bisa memberikan langkah-langkah aplikatif bagi teman-teman lgbt agar dapat keluar dari lgbt ini ??

“Saran saya bagi teman2 saya yg masih terikat dgn roh gay dan lesbian. Langkah2 yg harus kalian ambil:

1. Minta sama yang menciptakan kalian yaitu Tuhan, utk mengubah sikap hati yang menyimpang.

2. Buka hati untuk Tuhan dan minta utk Tuhan memberikan hati dan pikiran yg baru.

3. Bekerja sama dgn Tuhan. Dgn mengatakan bagi diri sendiri bahwa saya diciptakan Tuhan sempurna. Bagi yg gay, bilang bahwa Tuhan menciptakan saya sebagai laki2 seutuhnya Inilah jati diri saya sebagai laki2.. Yang lesbian, katakan Tuhan menciptakan saya sebagai seorang perempuan seutuhnya, ini jati diri saya sebagai seorang perempuan. Sebutkan nama kalian. Katakan berulang2 sampai perubahan sikap hati dan pikiran menyatakan bahwa engkau laki2 bagi gay dan engkau perempuan bagi lesbian..

4. Harus ambil tindakan utk keluar dari kota, atau lingkungan yg mendukung kita sebagai gay dan lesbian.,

Saya percaya, saat kita andalkan Tuhan, Dia pasti akan menolong dan memberikan kemampuan utk berubah. Amin..”

Mantan-Lesbian-Sembuh-1

Ibu Ully saat di baptis

“Nama saya Ully mantan lesbian mau katakan bagi sahabat2ku yg saat ini ada dlm ikatan roh gay dan lesbian: Kalau saya bisa sembuh, saya yakin dan percaya semua gay dan lesbian di seluruh jagad raya ini bisa sembuh. Karena Tuhan yg menciptakan saya, Tuhan yang sama juga yg menciptakan kalian, kalian sangat berharga dimata Tuhan, Tuhan sangat mengasihi semua gay dan lesbian, Tuhan mengasihi dirimu tapi Tuhan murka dan benci terhadap tindakan yg engkau lakukan. Keluarlah dari neraka hidupmu.”

SUMBER : IndonesiaOne.org


Mantan-Lesbian-Sembuh

exclusive interviews with former lesbian

TESTIMONY OF THE LESBIAN REPENT

Many consider that the LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) it can not be cured, even there are many statements stating it is an identity that must be accepted. The study of anatomy and various other research was conducted to find out the truth of the matter. From research tersebutlah ultimately serve as the foundation for the LGBT to voice their existence.

So is it true of the Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender it can not be cured ?? Before you rush to answer that question, let’s take a moment to read the interview on the testimony of a former lesbian who claims to have been a lesbian for more than nearly 40 years and now is back to normal !! ”

** Here’s an exclusive interview with Ms. Lilly former lesbian who has recovered ***

Before starting the question, why the mother Lilly is willing to tell the mother that was once dark period as a lesbian ?? In fact, for many people this is a taboo ??

“Because I loved colleague, my friend is still alive in the spirit bonding gay and lesbian”
Well, since the age of the mother realizes what if mom likes the same sex ?? If you must know, what the root causes of maternal love same-sex ??

From the age of 7 years, elementary school age. This is probably one reason: my father died when I was 3 months old and my mother remarried. I have a step-father who always treated me very rudely, I often beaten, tortured as he always treats a child laki2. From there I started to have an idea, why do I have to be a woman? If I were a man like my step father, I can treat women like my step father treated me. And I began to cultivate thoughts and feelings in my life, until it is so deeply rooted in the feelings and my thoughts. “
“If I were a man like my step father, I can treat women like my step father treated me”

“Treatments like what mothers mean ?? Is the violence as well as to women or just the nature of masculinity arise to protect women ??

“I do not do violence to women, but I became masculine to protect women, so that women are not treated as me.”

Means if we may conclude, on the same-sex feelings occur because of conflict in the family ?? Then at that moment how you feel the step-mother to my father ??

“There is hatred, anger towards my step father. Which makes me even more hate against my step father, When I was 10 years old, my mother died, I stayed with my step father, then he would also rape me, but I could opponent, I finally left home, I lived together with om, sister of my mother “

After the mother fled the step- father with a soul full of conflict and hurt, how the mother’s life next ??

“I grew up with nature and deviant behavior. I love with the same sex, and I began to live in the pressure feeling that I have, there is a sense of sadness, anger, a sense of no one care about me, I really grew up in a condition that is very unstable. “

Mantan-Lesbian-Sembuh-1

ex lesbian repent and baptized

Then since when the mother started up the courage to start building a relationship with the same sex ?? Is there a chance association or else ?? And at what age the occurrence ??

“When I graduated from high school, in 1984, I moved to Jakarta, I am 22 years of age, and once in Jakarta, I started working in a leading magazine, where I started acquaintance with one of my coworkers LV initials, I began to approach the LV , and he apparently seorg who like men and women, I began a relationship with him. And we are then going out, until the moment she got married. “

After that I started to go in the nightlife, to discotheques, in association that night, that’s where I began to meet with fellow lesbian and gay, then I feel this is my world. I feel this is a world that I dreamed I was in the village timeout. My brother got the same as we are no longer closed, all open. Start there are lesbian and gay community. “

Is there a fear when you first establish a relationship with LV ?? What makes the LV prefer to marry than maintain his relationship with the mother ?? Then when entering the LGBT community, how long the mother Uli are in the community ?? And how the mother’s condition when entering the LGBT community’s association ??

“When I met with LV, and our relationship, I felt that feeling that I feel is normal, there were people who wanted to go out with me. No fear, it makes me even more convinced that this is my destiny. 6 years I was in a relationship with LV. As I told above that LV also dating with men, until she became pregnant, while LV pregnant, I decided to let go of him and I who urged him to get married. “

“As I mentioned earlier that I become masculine so that I can protect women, that I showed when LV pregnant. Men who impregnate he did not want to take responsibility, but I came and I talked with the man, and eventually he would have received and they were married, and the husband of LV knowing that I had a relationship with LV. But when I let go of the LV to get married, I said to him that I would not disturb the household, I support them, because the parents of the LV does not want to accept her husband’s. But because my parents close to LV, I give the understanding, finally LV parents can receive. My relationship with LV husband went well. Since they got married until now I have never met again with LV and her husband. LV time with our stay at the boarding house, boarding place. “

I was in the LGBT community since the year 1990-2002. So long enough, I began a relationship with a few people, began to use drugs, every night in discos, drinking, smoking, living in a boarding house that was terrible, gambling places, where girls’ night out, and I was involved there. If you want to ask what I felt while there, I feel happy, because everyone accepted me, no one insulted me, I feel this is my world. Because when we are in the LGBT community, we mutually support each other suport, so there is a strong feeling of togetherness Dlm LGBT community. “

Then what is the reason for the mother out of the LGBT community in 2002?

“I never loved someone, and that person already had a family, (wife). At that time I really feel very empty, the love that I feel can not be entirely my own, I began to envy, I feel sick, I never wanted to end the life of me. I feel the world is not fair to me.

Here is my turning point, I feel happiness I feel for this is simply false happiness. Plus the conditions of some of my friends who died in a terrible disappointment. I began to realize that love is a love that pseudo lesbian, which can not be owned and had to tell the truth. “

Which meant ‘wife’ was whether LV / others? And if I may briefly recounted what teman2 mothers who die in their disappointment?

“Not LV, wife of the initials A. So he was married recently in a relationship with me. My friends die in a state they still live in conditions as lesbians, they live in disappointment, every day his work drunk, do drugs, some over-dose, some cancers, there is a burst blood vessel. Because the LGBT lifestyle is a lifestyle that is free, and if we are there in the community, all provided. Want liquor there, like any kind of drugs in there. Anyway devil provide everything we need. “

Back to the previous question: Why did the mother say that lesbian love false and can not be owned or have?

“What I mean by that pseudo love it, is futile. I will not get anything from the love that I feel for my lesbian partner. “

Mantan-Lesbian-Sembuh-7Is not LGBT people have always fought for their love be united with their same-sex couples ?? but why mom actually said that finally she could not feel the satisfaction of true love and all in vain ??

“I do not accidentally that time never read in the Bible in Romans 1: 1-32, the word of God says, title: GOD THE PENALTY ungodliness and unrighteousness of humans. If I can quote the verse like this. “

21. For though they knew God, they did not glorify Him as God or give thanks to Him. Instead their minds became futile and their foolish hearts were darkened.

23. They act as if they were wise, they became fools.

24. Therefore God gave to the desires of their hearts to impurity, to dishonor their bodies among them.

25. Because they replace the truth of God for a lie and worshiped and served the creature with its creator forgetting that must be praised forever and ever amen.

26. Therefore God gave them up to dishonorable passions, because their wives replace natural relations with unnatural.

27. Likewise, husbands leave persutubuhan reasonable with their wives and fiery in their lust for one another, so that they do obscene, men with men, and therefore they received in themselves the due penalty for their error.

28. And because they did not see fit to acknowledge God, God gave them over to their thoughts are cursed, so that they do what is inappropriate.

29. Filled with every kind of unrighteousness, wickedness, greed and corruption, full of envy, deceit and wickedness musliahat.

30. They are a detractor, slanderers, haters of God, insolent, haughty, arrogant, clever in evil, disobedient to parents, not understanding, not loyal, not affectionate, did not know mercy.

32. For though they know the ordinance of God, that those who do such things deserve death, they not only do them but give approval to those who practice them.

“When I read this verse God’s word, there is something that keeps bothering me, I increasingly tormented, my spirit in my mind. This is the beginning I started to realize what I had been doing is WRONG. “

“Then what did you do after reading it ??

“I started to feel it there is something wrong in me, I began to pray, I ask God to help me, to get myself out of this bond. Because every time I want to get out of the LGBT world, I feel extraordinarily difficult. I began to participate in church worship, and one time I met with a mother’s pastor. My counseling, I tell you all that I have experienced, and when the pastor’s mother prayed for me. But I also could not escape from this bond. I struggled in my life, I began more search Tuhan.Tapi challenge is not easy, a lot of my friends scorn me, they told me do not sanctimonious, hard, you can not, udahlah, so yourself wrote, what do you feel live alone. “

Then the moment of what makes the mother totally separated from this lesbian life ??

“Christmas Eve 2002 24 des, I stay at home my lesbian couples initials A. Time that we worship together with her husband and children. Home of worship, I sleep, but the middle of the night I woke up, and from that moment I could not sleep anymore, my hard For sleep, day and night for about 2 months. Since that time, I began to pray, I ask for forgiveness to the Lord I started looking for people For pray for me.

At that time I was watching TV there was a program on SCTV solution, there is a phone number for people who want to ask for prayer, almost every night I called and they prayed for me. I began to no longer have a relationship with the LGBT community, I started looking for God. As long as I could not sleep for two months but I am not the physical body becomes weak, there is something that I feel in my spirit, there is peace in my heart. Starting from where there is one turning point which I feel “

Then if there is a message from the mother for LGBT friends out there who still retain their belief that same-sex sexual orientation or LGBT true?

Mantan-Lesbian-Sembuh-2

becoming a missionary

I really wanted to reach them .. I may be willing to share, what I cooperate with God. When I repent year 2003, so since I could not sleep for approximately 2 months, so 2003, I was truly converted.

I daily read the word, worship, and really just looking for the Lord, I have a thirst hunger for God that is outstanding. And God really meet all my spiritual needs. But at that time I was still living in the neighborhood where I was still able to interact with the existing community. Until November 2003 the Lord took me out of Jakarta, to jogjakarta. There I stayed in the church, with the servants of God were outstanding. Previously, I want to say that I repent, but because of the spirit of this lesbian tie me brackets over 40 years, so it does not necessarily, just like that, I have to fight, but this time I was not alone anymore struggled, but I cooperate with God.

In-Jogja where I am in the form of God became a new man, I had to plug a large glass in my room, and every day I have to see myself in front of the glass and I always said to the people who are in the glass .. “Ully you women, women Ully thou, thou God created woman, identity that God gave to Ully is female, feminine, not masculine. “I did it about 6 years old, I did not give up with a lying spirit who told me the man, but I continues to declare, I continue to plant in the mind, heart and my spirit that I was female.

This medicine; God has given to me, and I really changed, I completely recovered, I actually freed by the Lord, through the declaration that I made for myself. So I want to say to my friends all over the universe, that at this time, you are still tied by LGBT spirit, it is a lying spirit from iblis..itu spirits of hell, do not want to, because God created you similar and the image of him, and when the Lord of human creativity, you and I was a former lesbian, male and female, no lesbian or gay.

So let’s get out of the world who destroy, entered a new world that God has provided for you. Leave your hell, come heaven that God has given you. Do not harden your hearts, God loves us all. If God could do this to me, I pray for sahabat2ku out there, God will make your life Dlm. I believe 100% or even 1000% that gays and lesbians can be cured. Amen “

Once separated from the LGBT, positive impact what mothers enjoy and feel ??

“Waaooo .. I can not describe with words, I feel freedom in spirit, soul and body, I used to like sickly now a healthy life, without a doctor all my sickness I experienced that first time still a lesbian heal just like that, I experienced a breakthrough in all aspects, especially in spiritual matters, I every day full of joy, full of peace, which I had not experienced since my first child until the age of 40 yrs I was converted. Now I am full of all the goodness that God gives. God himself who separated me from my friends still do not want to get out of the LGBT community.

I was given God a new companions. All my friends know my life first and see the changes in my life, they have to admit that all I experienced was solely because of the love of God. Everything I wear to honor and glory of God. I have now become a servant of God, I serve God, to be a missionary, and wherever I go I tell about my life and work of the most beautiful God that I enjoy today. “

Lilly’s mother may be able to give measures applicable to LGBT friends in order to get out of this LGBT ??

“My advice to my friends who are still bound by the spirit of gay and lesbian. The steps you should take:

1. Have the same God who created you, namely, to change the attitude of the heart which deviate.

2. Open your heart to the Lord and ask for God gives a new heart and mind.

3. Cooperate with God. By saying to myself that I was created by God is perfect. For those who are gay, say that God created me as a man completely This is who I am as a man .. The lesbian, said God created me as a woman completely, this is my identity as a woman. Mention your name. Tell repeatedly to change the attitude of heart and mind state that you have for gay men and women for lesbian thou ..

4. Must take steps to get out of town, or the environment that supports us as gay and lesbian.,

I believe, when we rely on God, He will help and provide the ability to change. Amen .. “
“My name is Lilly former lesbian want to say to my friends that currently exists in the gay and lesbian bond spirits: If I could recover, I am convinced and believe all gays and lesbians in the entire universe can be cured. Because the God who created me, the same God who created you, you are very precious in the eyes of God, God loves all gay and lesbian, God loves you but God’s wrath and hatred against acts that you committed. Come out of your life hell. “

SOURCE: IndonesiaOne.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s