RATIO < TRUTH / RASIO < KEBENARAN (in Indonesian & English)

Hari ke-12 (3),

RASIO < KEBENARAN                  

Matius 16 : 1 – 4Faith-and-Reason1

 

“Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.” (Matius 16 : 1)


Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk membantu merenungkan firman Tuhan:

  1. Mengapa orang Farisi dan Saduki meminta tanda dari sorga? (ayat 1)
  2. Apa respon Yesus? (ayat 2 – 4)
  3. Share & renungkan: Apakah iman anda berdasarkan logika & yang dilihat?

Permintaan orang Farisi dan Saduki meminta tanda dari Sorga kepada Yesus untuk membuktikan Ia sebagai Mesias ternyata juga banyak dialami oleh orang-orang saat ini. Sesungguhnya, Tuhan Yesus telah memberikan banyak tanda mulai dari kelahiran-Nya, ketika Ia dibaptis, khotbah di atas bukit, orang buta dicelikkan, orang lumpuh berjalan,  memberi makan kepada lima ribu orang, berjalan di atas air, menyembuhkan banyak orang yang buta yang tuli yang bisu dan masih banyak lagi tanda yang semuanya sangat jelas. Semuanya itu mereka lihat bukan sebagai tanda bahwa Yesus adalah Mesias, padahal mereka tahu jikalau seseorang tidak datang dari Allah, ia tidak dapat berbuat mujizat (Yohanes 9 : 31 – 33). Mengapa hal itu terjadi demikian?

Orang Farisi dan Saduki tidak melihat semua tanda yang dilakukan Yesus  sebab mereka menetapkan diri sebagai subyek penentu kebenaran.

Dasar mereka menentukan kebenaran adalah: pertama, Rasionalitas. Segala sesuatu dianggap benar kalau sesuai dengan logika. Tetapi bila ditanya seberapa besarkah rasio yang dimiliki manusia? Lalu apakah yang rasional menurut manusia adalah pasti benar? Sudah pasti tidak, karena ada hal yang suprarasional. Rasio hanyalah suatu sarana untuk melihat kebenaran. Rasio lebih rendah dan lebih kecil dari kebenaran itu sendiri oleh karena itu rasio tidak berhak menentukan kebenaran.

Kedua, Pengalaman pribadi. Sesuatu hal yang pernah kita alami merupakan kebenaran didalam diri kita. Pertanyaannya sekarang adalah apakah pengalaman seorang itu sama dengan pengalaman orang lain? Tentu tidak bukan, lalu bagaimana bisa pengalaman seorang menentukan kebenaran.yang universal. Pengalaman siapakah yang berhak menentukan kebenaran? Dan kita tidak perlu mengalami hal negative baru mempercayainya. Tidak perlu mencoba narkoba dulu untuk memastikan pengaruh buruknya. Dapat kita katakan bahwa pengalaman hanyalah merupakan salah satu sarana untuk mengetahui kebenaran.

Respon Yesus terhadap mereka adalah hal yang tidak dipikirkan mereka. Tanda-tanda langit mereka tahu membedakannya, tetapi tanda-tanda zaman tidak. Yesus tidak menjawab keinginan tanda dari mereka, tetapi tanda nabi Yunus yang akan diberikan. Ini analogi tentang kematian dan kebangkitan-Nya pada hari ketiga yang akan diberikan.

Apakah saat ini anda percaya Yesus karena anda mengalami mujizat lebih dahulu sebagai tanda, sehingga imanmu terbentuk? Tuhan Yesus mengatakan, berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya (Yoh. 20 : 29). Kedua, Apakah anda percaya Yesus atau firman-Nya kalau bisa dibuktikan dengan logika? Bertobatlah, karena sang Kebenaran tidak dapat diukur dari logika anda. Kebenaran lebih besar dari logika manusia, karena otak manusia yang kecil tidak dapat mengukur kebesaran sang Pencipta. (PS)


KEKRISTENAN TIDAK DIBANGUN ATAS PENGALAMAN DAN RASIO


Day 12 (30)

RATIO < TRUTH

Matthew 16: 1-4Faith-and-Reason1

“The Pharisees also with the Sadducees came, and tempting desired Him that He would show them a sign from heaven.” (UKJV: Matthew 16: 1)


Answer the questions below to help you meditate on the Word of God:

  1. Why did the Pharisees and Sadducees asked for a sign from heaven? (Verse 1)
  2. What is the response of Jesus? (Verses 2-4)
  3. Share & reflect: Is your faith based on logic and are seen?

Demand Pharisees and Sadducees asked for a sign from heaven to Jesus as the Messiah to prove He was also experienced by many people today. Indeed, the Lord Jesus has given many signs ranging from his birth, when he was baptized, Sermon on the Mount, the blind received their sight, the lame walk, feeding of the five thousand people, walked on water, healed many who were blind deaf the mute and many more signs that everything is very clear. Everything that they see not as a sign that Jesus is the Messiah, but they know if someone does not come from God, he can not do miracles (John 9: 31-33). Why does it happen so?

Pharisees and Sadducees did not see all the signs that Jesus because they established themselves as the subject of the determining truth.

They define the basic truth is: first, Rationality. Everything considered correct if in accordance with the logic. But when asked how much the ratio of human beings? Then what is the rational man is certainly true in? It certainly did not, because there are things that suprarasional. The ratio is only a means to see the truth. The ratio is lower and smaller than the truth itself is therefore not entitled to determine the ratio of the truth.

Second, personal experience. Something that we have ever experienced is the truth within ourselves. The question now is whether it’s a similar experience with the experience of others? Certainly not, then how experience can determine universal truth. Experience who is entitled to determine the truth? And we do not need to experience a negative thing then believe. No need to try drugs first to ensure the contagion. We can say that the experience is just one means to know the truth.

Jesus’ response to them are things that do not think they are. Signs of heaven they know distinguish, but they do not recognize the signs of the times. Jesus did not respond to the desires of their sign, but the sign of Jonah to be provided. This analogy of the death and resurrection on the third day will be given.

Are you currently believe Jesus because you have first miracle as a sign, so that your faith is formed? The Lord Jesus said, blessed are those who do not see, but believe (Jn. 20: 29). Second, Do you believe in Jesus or His word that could be proved by logic? Repent, because the truth can not be measured by your logic. Truth is greater than human logic, because the human brain is small can not measure the greatness of the Creator. (PS)


CHRISTIANITY IS NOT BUILT TO EXPERIENCE AND RATIO


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s