DIVORCE / PERCERAIAN (in Indonesian & English)

Hari ke-26 (3),

PERCERAIAN

Matius 19 : 1 – 12divorce“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19 : 6)


Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk merenungkan firman Tuhan:

  1. Apakah orang percaya boleh bercerai dengan alasan apa saja? (ayat 3)
  2. Apa arti ayat 9 menurut anda?
  3. Share & renungkan: Apakah anda mengasihi pasangan hidup anda?

Pada suatu hari Yesus dihadapkan dengan pertanyaan : “Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?” Pada waktu itu dalam tradisi Yahudi berlaku sebuah hukum, perceraian diperbolehkan karena : pertama, perzinahan; kedua, tidak punya anak. Orang Yahudi menafsirkan Ulangan 24 : 1 yaitu kata “sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya…”

Kata “tidak senonoh” ditafsirkan oleh dua orang rabi Yahudi yaitu: pertama, Rabi Hillel menyoroti kata-kata ‘ia tidak menyukai lagi perempuan itu’ (Ulangan 24 : 1) dan lalu menafsirkan bahwa segala tindakan istri yang tidak menyenangkan suami boleh dijadikan alasan untuk menceraikan istri (termasuk tindakan yang remeh seperti menggosongkan makanan waktu masak, bicara terlalu keras sehingga terdengar oleh tetangga dll).

Kedua, Rabi Shammai berpendapat bahwa kata-kata ‘yang tidak senonoh’ (Ulangan 24 : 1) menunjuk pada perzinahan. Jadi ia berkata bahwa hanya kalau terjadi perzinahan maka perceraian diijinkan.

Apa jawab Yesus tentang hal tersebut? Yesus menjelaskan awal mula penciptaan dan rencana Allah atas sebuah pernikahan. Kesatuan yang diciptakan Tuhan antara laki-laki dan perempuan setelah meninggalkan orang tuanya menjadi sebuah kesatuan yang kuat ( arti harafiahnya adalah “dilem kepada”) tidak boleh dipisahkan oleh manusia, karena akan saling menyakitkan manusia dan Allah. Jadi Yesus menentang tradisi Yahudi yang membenarkan perceraian dengan alasan-alasan tertentu dan alasan apa saja.

Bagaimana dengan ayat 9 dalam kata “kecuali karena zinah”? Ada banyak perbedaan pendapat antara penafsir Alkitab. Ada yang membolehkan perceraian karena pasangannya melakukan perzinahan secara fisik, ada juga yang tetap mempertahankan kesatuan. Penulis cenderung menyetujui tidak ada alasan apapun suatu pernikahan dapat bercerai, kecuali karena kematian pasangannya. Jadi bagaimana dengan ayat 9? Menurut Dr. Whitby, yang dimaksudkan di ayat 9 bukanlah perzinahan (karena Juruselamat kita menggunakan kata porneia – persundalan/percabulan = tindakan seksual sebelum pernikahan), melainkan hubungan badan di luar nikah yang baru diketahui setelah perkawinan. Contoh : Kisah awal Yusuf dan Maria. Alasannya adalah bahwa jika hubungan badan itu dilakukan setelah kawin (zinah), maka ini sudah merupakan tindak kejahatan dengan hukuman mati, dan perceraian tidak diperlukan lagi (Hukuman perzinahan adalah dirajam batu sampai mati).

Jika sebuah pernikahan akan berakhir dengan perceraian, apa gunanya menikah? Pernikahan mempunyai dasar kasih. Kasih adalah saling mengampuni dan menerima pasanganmu apa adanya? Alangkah baiknya komunikasi dengan Tuhan diperlukan sebelum menikahi pasanganmu dan minta kekuatan untuk mempertahankan kasihmu kepada pasanganmu. (PS)


APA YANG TELAH DIPERSATUKAN ALLAH TIDAK BOLEH DICERAIKAN MANUSIA


Day 26 (3),

DIVORCE

Matthew 19: 1-12divorce

“Wherefore they are no more twain, but one flesh. What therefore God hath joined together, let not man put asunder.” (KJV : Matthew 19: 6)


Answer the following questions to ponder the word of the Lord:

  1. Does the believer may divorce for any cause? (Verse 3)
  2. What is the meaning of verse 9 do you think?
  3. Share & reflect: What do you love your spouse?

One day Jesus was confronted with the question: “Is it lawful for a man to divorce his wife for any cause?” At that time in the Jewish tradition applies a law, divorce is permissible because: first, adultery; second, no children. Jews interpret Deuteronomy 24: 1 which says “indecent because he found him …”

The word “indecent” was interpreted by two rabbis, namely: first, Rabbi Hillel highlight the words ‘he does not like another woman’ (Deuteronomy 24: 1) and then interpret that any action wives unpleasant husband may be a reason for divorce (including petty acts like singe food cooking time, talk too loud so that was heard by neighbors, etc.).

Second, Rabbi Shammai argued that the words ‘indecent’ (Deuteronomy 24: 1) refers to adultery. So he said that only in case of adultery, then divorce is permitted.

What Jesus said about it? Jesus explains the beginning of the creation and the plan of God for marriage. Unity created by God between men and women after leaving his parents into a powerful unity (literally was “glued to”) must not be separated by humans, because humans will hurt each other and God. So Jesus opposes the Jewish tradition which justifies divorce with specific reasons and whatever reason.

How to paragraph 9 of the word “except for fornication”? There are many differences of opinion between the interpreter of the Bible. There are allowed divorce because her partner of adultery physically, some are still maintaining unity. Writers tend agreed there any reason a marriage can be divorced, but since the death of her partner. So what verse 9? According to Dr. Whitby, which meant in paragraph 9 is not adultery (because of our Savior used the word porneia – fornication = sexual act before the wedding), but sexual intercourse outside of marriage that became known only after the marriage. Example: The story of the beginning of Joseph and Mary. The reason is that if intercourse is done after mating (adultery), then this is already a crime with the death penalty, and divorce is not needed anymore (Punishment for adultery was stoned to death).

If a marriage will end in divorce, what’s the point to get married? Marriage has love. Love is mutual forgiveness and accept your partner for granted? It would be nice communication with God is necessary before marrying your partner and ask for the strength to sustain your love for your partner. (PS)


THEREFORE WHAT GOD HAS JOINED TOGETHER, LET NO ONE SEPARATE


THEREFORE WHAT GOD HAS JOINED TOGETHER, LET NO ONE SEPARATE

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s