A DENARIUS AGREEMENT / KESEPAKATAN SEDINAR SEHARI (in Indonesian & English)

Hari ke-30 (3),

KESEPAKATAN SEDINAR SEHARI

Matius 20 : 1 – 16

A denarius of Lucius Titurio Sabino with the torture of Tarpea, verso, 89 BC. Roman coins, 1st century BC.

A denarius of Lucius Titurio Sabino with the torture of Tarpea, verso, 89 BC. Roman coins, 1st century BC.

“Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.” (Matius 20 : 1 – 16)


Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk membantu merenungkan firman Tuhan:

  1. Kesepakatan apa yang dibuat tuan rumah kepada pekerja-pekerjanya? (ayat 2)
  2. Apa yang terjadi pada waktu pembayaran upah mereka? (ayat 10 – 12)
  3. Share & renungkan: Apakah anda suka iri hati kepada orang lain?

Tuhan Yesus mengajar tentang Kerajaan Sorga dengan sebuah perumpamaan seorang tuan rumah yang memanggil pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya dengan kesepakatan sedinar sehari sebagai upahnya. Setelah terjadi kesepakatan bekerjalah pekerja-pekerja tersebut. Tetapi karena dirasakan oleh tuan rumah kebutuhan pekerja yang masih kurang, ia keluar mencari pekerja-pekerja lain. Pukul 9.00 pagi, pukul 12.00, pukul 15.00 dan pukul 17.00 tuan rumah tersebut mendapatkan pekerja-pekerja yang lain yang mau bekerja di kebun anggurnya. Tidak diceritakan terjadi kesepakatan di antara pekerja-pekerja lain tentang upahnya.

Pada saat membayar upah, seperti kebiasaan orang Yahudi yang membayar upah sebelum matahari terbenam, tuan rumah menyuruh mandurnya untuk membayar dari yang terakhir sampai yang pertama bekerja dengan upah yang sama yaitu satu dinar. Ternyata setelah mereka mendapat upah, pekerja pertama merasa tuan rumahnya tidak adil, karena mereka bekerja lebih lama dari pekerja terakhir, tetapi mendapat upah yang sama. Dan mereka protes. Tetapi tuan rumah menjawab dengan lembut, bahwa ia bukan berlaku tidak adil, karena awalnya perjanjian mereka sepakat dengan satu dinar.

Pelajaran pertama adalah, bahwa tuan rumah yang adalah Kristus sendiri berbaik hati mempekerjakan mereka di kebun anggurnya. Kebun anggur melambangkan isi dunia dimana banyak manusia yang letih lesu dan berbeban berat, karena mereka diperbudak oleh dosa. Jenis pekerjaan yang diberikan Kristus adalah menjala jiwa dan memuridkannya (Matius 4 : 19; Matius 28 : 19 -20). Kesepakatannya jika mereka melakukan tugasnya ada upah (satu dinar) yaitu Kerajaan Sorga yang disediakan untuk para pekerja-pekerjanya. Ingat Matius 25 : 24 -30: yang tidak bekerja akan mendapat penghukuman kekal.

Yesus tidak membeda-bedakan siapa yang bekerja dari awal hingga pada akhir dilihat dari sudut waktu. Upahnya tetap sama yaitu Kerajaan Sorga. Tetapi orang yang pertama bekerja kadang-kadang berpikiran seperti orang dagang pada umumnya. Melihat orang lain yang bekerja lebih sedikit waktu daripada mereka tetapi mendapat upah yang sama menimbulkan iri hati dan merasa tidak adil. Mereka tidak mengerti akan “kemurahan hati” Tuhan Yesus kepada semua manusia.

Yesus bukannya tidak adil, tetapi mereka lupa akan kesepakatan sedinar sehari. Tindakan Yesus melakukan hal demikian merupakan wujud kemurahan hati Allah untuk semua manusia. Yesus mempunyai kedaulatan untuk melakukan kemurahan hati-Nya kepada semua manusia dan tidak bergantung kepada pikiran manusia.

Bagaimana dengan anda? Tetap fokus kepada tugas yang dipercayakan Allah. Jangan melihat dan iri hati kepada sesama pelayan Tuhan, tetapi bersyukurlah jika anda masih dipercayakan tugas oleh Kristus. Selamat melayani. (PS)


IRI HATI MEMBUAT ORANG LUPA AKAN KEMURAHAN TUHAN


Day 30 (3)

A DENARIUS AGREEMENT

Matthew 20: 1-16

A denarius of Lucius Titurio Sabino with the torture of Tarpea, verso, 89 BC. Roman coins, 1st century BC.

A denarius of Lucius Titurio Sabino with the torture of Tarpea, verso, 89 BC. Roman coins, 1st century BC.

“For the kingdom of heaven is like unto a man that is an householder, which went out early in the morning to hire labaourers into his vineyard. And when he had agreed with the labourers for a penny a day, he sent them into his vineyard. ” (KJV: Matthew 20: 1-16)


Answer the questions below to help meditating on the Word of God:

  1. Understanding what made the host to his employees? (Verse 2)
  2. What happens at the time of payment of their wages? (Verses 10-12)
  3. Share & reflect: Do you like envy to others?

Jesus taught about the kingdom of heaven with a parable of a host calling out workers for his vineyard with an agreement for a penny a day as wages. After the agreement, workers is working. But as perceived by the host needs of workers are still lacking, he went out looking for other workers. At 9.00 am, 12.00, 15.00 and 17.00 of the host to get other workers who want to work in his vineyard. Was not told there was an agreement among the other workers about wages.

At the time of paying wages, as is the custom of the Jews who pay wages before sunset, the host told foreman to pay from the last to the first work with the same wage that is one penny. It turned out after they got the reward, the first workers feel his host unjust, because they work longer than the last worker, but got the same wage. And they protested. But the home side responded with a gentle, that it is not unfair, because initially the agreement they agreed with one penny.

The first lesson is that the host is Christ himself kind enough to employ them in the vineyard. The vineyard symbolizes the content of the world where many people are weary and burdened, because they are enslaved by sin. This type of work that Christ is fisher of men and discipling them (Matthew 4: 19; Matthew 28: 19 – 20). The deal if they do there job wages (one penny) that is the kingdom of heaven reserved for his employees. Remember Matthew 25: 24 -30: who does not work will receive eternal punishment.

Jesus did not discriminate who worked from the beginning to the end from the standpoint of time. His wages remain the same, namely the kingdom of heaven. But the person who first worked occasionally like-minded people in general trade. See others who work less time than them but got the same wage unenviable and feel unfair. They do not understand the “mercy ” of the Lord Jesus to all men.

Jesus is not unjust, but they forgot about me for a penny agreement. Jesus’ actions do so is a manifestation of God’s mercy for all mankind. Jesus has the authority to perform his mercy to all human beings and does not depend on the human mind.

How about you? Remains focused on the task entrusted to God. Do not look and envy to fellow servants of God, but be thankful if you still entrusted by Christ. Congratulations serve. (PS)


ENVY WILL MAKE PEOPLE FORGET GOD MERCY


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s