HOUSE OF PRAYER / RUMAH DOA (in Indonesian & English)

Hari ke-35 (3),


Matius 21 : 12 – 17slide-02

“dan berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” (Matius 21 : 13)

Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk membantu merenungkan firman Tuhan:

  1. Apa yang terjadi di dalam Bait Allah yang membuat Yesus marah? (ayat 12)
  2. Apa tindakan Yesus? (ayat 12 – 14)
  3. Share & renungkan: Apakah tubuhmu menjadi rumah doa?

Peristiwa penyucian Bait Allah yang dilakukan Yesus adalah mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Penafsir berpendapat hal ini dilakukan yang kedua kali di akhir pelayanan Yesus (yang pertama dalam Yohanes 2 : 13 – 16). Mengapa Yesus melakukan tindakan tersebut?

Sesuai Hukum Taurat orang Yahudi setiap tahun dari berbagai tempat datang ke Bait Allah untuk mengadakan pengakuan dosa supaya mendapat pengampunan. Pengampunan dosa harus mencurahkan darah binatang. Orang yang mampu mempersembahkan kambing atau domba, orang yang tidak mampu mempersembahkan burung merpati. Tetapi semua itu harus yang terbaik dan tidak boleh binatang yang cacat. Semua persembahan korban harus diperiksa oleh imam. Kemudian ada pedagang-pedagang yang bekerja sama dengan imam menyediakan binatang-binatang tersebut untuk diperjual belikan di halaman Bait Allah. Setiap binatang yang dipersembahkan jika dibeli di halaman Bait Allah diperbolehkan untuk dipersembahkan. Celakanya pedagang itu menjual dengan harga yang mencekik leher. Kedua, uang yang berlaku di halaman Bait Allah adalah uang yang ditentukan oleh imam. Setiap orang yang dari daerah jauh yang hendak membeli korban persembahan harus menukar uangnya dengan uang yang ditentukan oleh imam. Makanya ada meja-meja penukar uang.

Tuhan Yesus mengetahui semua hal tersebut dan mengusir semua itu dari halaman Bait Allah, karena Bait Allah adalah tempat pertemuan Allah dan manusia dalam doa. Arti “sarang penyamun” adalah berhubungan dengan cara dan motivasi pedagang yang bekerja sama dengan imam yang mengambil untung dengan mencekik leher.

Saat ini juga Tuhan mengingatkan bahwa “tubuh” orang percaya adalah “Bait Allah” (1 Korintus 6 : 19 – 20). Apakah tubuh ini dipergunakan sebagai “rumah doa” atau “sarang penyamun?” Jika hidup seseorang masih berkubang dalam hawa nafsu, percabulan dll, maka hal itu identik dengan sarang penyamun. Jika seseorang bekerja mencari uang sampai lupa memelihara tubuh ini dalam membangun hubungan dengan Tuhan itu identik juga dengan sarang penyamun. Melayani Tuhan dengan maksud mendapatkan uang dan cari keuntungan pribadi juga termasuk identik juga dengan sarang penyamun

Tuhan mengingatkan kepada setiap orang percaya untuk mengusir semua kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dan menggantinya dengan “rumah doa.” Di dalam rumah doa jika digunakan dengan semestinya akan menjadi berkat untuk orang lain misalnya lewat perkataan dan tindakan orang percaya menghasilkan mujizat, pemulihan dll, sehingga memuliakan Allah. Mari kita membangun dengan benar lewat tubuh yang Tuhan percayakan ini dengan doa dan pengenalan akan Tuhan Yesus. Jangan biarkan sesuatu menghalangi engkau berhubungan erat/intim dengan Tuhan, karena untuk itulah Yesus berkorban mati di kayu salib untuk memulihkan hubungan yang rusak karena dosa. (PS)


Day 35 (3),


Matthew 21: 12 – 17slide-02

“And said unto them: “It is written, My house shall be called a house of prayer; but all of you have made it a den of thieves.” (Matthew 21: 13)

Answer the questions below to help meditating on the Word of God:

  1. What happens in the temple that makes Jesus angry? (Verse 12)
  2. What actions of Jesus? (Verses 12-14)
  3. Share & reflect: Does your body into a house of prayer?

Events cleansing of the temple which Jesus was cast out all them that sold and bought in the temple. Interpreter argue that this is done a second time at the end of Jesus’ ministry (the first in John 2: 13-16). Why did Jesus perform these actions?

Law suit Jews every year from different places come to the temple to hold a confession in order to receive forgiveness. Remission of sins should be shedding the blood of animals. People who are capable of sacrificing goats or sheep, people who are unable to present a dove. But it must be the best and the animal must not be defective. All sacrifices must be examined by a priest.

Then there are traders who cooperate with the priest provide these animals were to be traded in the temple. Any animal that has been sacrificed if bought in the temple is allowed to be dedicated. Unfortunately merchants selling at exorbitant prices. Secondly, the money that is applicable in the temple is the money that is determined by the priest. Any person who from remote areas who want to buy a sacrifice had to change money with money that is determined by the priest. So there are tables of the money changers.

Jesus knew all these things and expel them from the temple, because the temple was a meeting place of God and man in prayer. Meaning “den of thieves” is related to the manner and motivation of merchants who work with priests who take profits by strangling.

Today God warns that the “body” of believers is “the temple of Holy Spirit” (1 Corinthians 6: 19-20). Whether the body is used as a “house of prayer” or “den of thieves?” If a person’s life is still wallowing in lust, fornication, etc., then it is identical to a den of thieves. If someone working for money to maintain forget this body in building a relationship with God is synonymous also with a den of thieves. Serving the Lord with the intent to get money and private profit oriented, also included synonymous also with a den of thieves

God reminded every believer to expel all the bad habits and replaced with a “house of prayer.” In the house of prayer if used properly will be a blessing to others such as through the words and actions of believers produce miracles, restoration, etc., so that glorify God.

Let’s build it right through the body that God has entrusted it with prayer and knowledge of the Lord Jesus. Do not let anything deter you closely related / intimate with God, to which Jesus’ sacrificial death on the cross to restore broken relationships because of sin. (PS)



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in: Logo

You are commenting using your account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )


Connecting to %s