EVIDENCE OF FAITH / BUKTI IMAN (in Indonesian & English)

Hari ke-39 (3),

BUKTI IMAN

Matius 21 : 28 – 32

Faith conception: symbolic human figure pushing the word "faith" uphill

Faith conception: symbolic human figure pushing the word “faith” uphill

“Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.” (Matius 21 : 28 – 30)


Jawablah pertanyaan di bawah ini untuk membantu merenungkan firman Tuhan:

  1. Manakah dari kedua anak itu yang masuk Kerajaan Allah? (ayat 31)
  2. Mengapa anak sulung tidak melakukan kehendak ayahnya? (ayat 29)
  3. Share & renungkan: Anda termasuk yang manakah?

Pertanyaan Yesus tentang perumpamaan dua orang anak merupakan teguran langsung kepada orang Yahudi khususnya imam dan ahli Taurat yang sudah mengetahui firman tetapi tidak melakukan hal tersebut. Mereka hanya mengajarkan saja tetapi tidak melakukan firman. Mereka melakukan ibadah hanya untuk dilihat orang saja karena motivasinya untuk mendapat pujian dan pengakuan dari manusia (Matius 6), sedangkan mereka menutup diri untuk menerima Yesus sebagai Mesias.

Sebaliknya pemungut cukai dan perempuan sundal yang menurut ukuran orang Yahudi adalah orang yang berdosa menanggapinya dengan positif, walaupun pertama kali mereka menolaknya. Awalnya mereka menolak Yesus, tetapi mereka bertobat dan menerima Yesus dan melakukan perintah-perintah-Nya.

Ternyata untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah bukan hanya dengan iman yang berdasarkan ucapan saja, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Yesus menegaskan dalam Matius 7 : 21 : “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”

Yakobus juga meneguhkan hal tersebut dalam Yakobus 2 : 17 :”… Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Perbedaan orang percaya yang melakukan tindakan kebenaran dengan orang yang tidak percaya di dunia saat ini justru ada dalam buah tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Yesus mengumpamakan orang percaya adalah sebagai GARAM dan TERANG yang memancar keluar di depan orang, sehingga mereka melihat perbuatan baik tersebut dan memuliakan Bapa di Sorga (Matius 5 : 16).

Bagaimana dengan anda saat ini? Jika ada teguran dari Tuhan lewat firman hari ini, masih ada kesempatan untuk bertobat. Sebagaimana anak yang kedua yang MENYESAL/BERTOBAT kemudian melakukan tindakan pertobatan demikian juga hal ini berlaku untuk semua orang termasuk anda. Tuhan Yesus selalu memberi kesempatan kepada semua orang untuk bertobat. Wahyu 3 : 20: ”Lihat, Aku berdiri di muka pintu (hatimu) dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Mari jangan berlambat-lambat sewaktu kesempatan masih ada. Minta kekuatan dari Tuhan Yesus dalam doa-doamu setiap hari dan baca serta renungkan firman-Nya sebelum kedatangan Kristus yang kedua. (PS)


IMAN MELALUI UCAPAN HARUS DITEGUHKAN DENGAN TINDAKAN


Day 39 (3),

EVIDENCE OF FAITH

Matthew 21: 28 – 32

Faith conception: symbolic human figure pushing the word "faith" uphill

Faith conception: symbolic human figure pushing the word “faith” uphill

“But what think all of you: A certain man had two son; and he came to the first , and said, Son, go and work today in the vineyard. The boy replied: Well, father. But he did not go. Then he went to his second child and said likewise. And she responded: I do not want to. But then he was sorry and went well. “ (Matthew 21: 28-30)


Answer the questions below to help meditating on the Word of God:

  1. Which of the two children who enter the kingdom of God? (Verse 31)
  2. Why is the eldest son did not do the will of his father? (Verse 29)
  3. Share & reflect: Where you include?

Jesus questions about the parable of the two sons is a direct rebuke to the Jews, especially priests and scribes who already know the word but does not do so. They just teach the course but did not do the word. They worship only to be seen only as motivation to get the praise and recognition of man (Matthew 6), while they close themselves to accept Jesus as the Messiah.

Instead publicans and the harlots who according to the size of the Jewish people are sinners responded positively, although first they refused. Initially they rejected Jesus, but they repent and accept Jesus and do His commandments.

It turned out to enter the kingdom of God not only by faith that is based on speech only, but must be proved by concrete action in everyday life. Jesus confirms in Matthew 7: 21: “Not everyone who says to Me, Lord, Lord! will enter into the kingdom of heaven, but he who does the will of my Father which is in heaven. “

James also confirms it is in James 2: 17: “… If faith is not accompanied by action, then that faith is dead.” The difference believer who perform an act of righteousness to those who do not believe in today’s world, however, lies in the fruit action in everyday life. Jesus likens the believer is as SALT and the LIGHT that radiates out in front of people, so that they see the good works and glorify the Father in heaven (Matthew 5: 16).

How about you today? If there is a warning from God through the word of today, there is still a chance to repent. As the second son REPENT then perform acts of repentance so this applies to everyone, including you. Jesus always gives a chance to everyone to repent. Revelation 3: 20: “Behold, I stand at the door (of your heart) and knock; If anyone hears my voice and opens the door, I will come in and I eat together with him, and he together with me. ” Let’s not tarry when the opportunity is still there. Ask the strength of the Lord Jesus in your prayers every day and read and ponder his words before the second coming of Christ. (PS)


FAITH IN SPEECH SHOULD BE AUTHENTICATED BY ACTION


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s