MUSLIMAH EX PEMBOM BUNUH DIRI BERTEMU YESUS

Amanda – Mantan Muslim pembom bunuh diri bertemu Tuhan Yesus.

Kesaksiannya :

Saya dilahirkan di negara Islam. Saya dilahirkan dari keluarga Muslim secara turun-temurun dan mereka semuanya Muslim. Ibu saya adalah seorang Muslim yang saleh dan mengajar kami semua mengenai prinsip-prinsip Islam dan menyuruh kami melakukannya. Pada umur 5 tahun adalah saat pertama kali aku berpuasa. Saya begitu mencintai Tuhan, meskipun saya tidak begitu berpengalaman sebagai gadis muda, akan tetapi aku sangat mencintai Tuhan. Saya melakukan begitu banyak aktivitas sosial untuk membawa Islam dijalankan oleh semua orang. Memastikan bahwa di sekolah semua orang melakukan kewajiban sebagai seorang Muslim.

Waktu itu perang terjadi di negaraku. Kemudian aku bergabung dengan dinas kemiliteran pada usia yang sangat muda. Bagi pemerintah tidak masalah berapa umur kamu, mereka akan memberikan kamu senjata, pada saat itu mereka menyebut senjata itu GC-3, kamu memegangnya dan kemudian menembak. Jika kamu dapat menahannya tidak lebih dari 1 meter, maka kamu masuk kedalam militer.

Saya memegang senjata itu dan menembak dan aku tidak bergerak sehingga mereka memasukkan aku kedalam militer. Aku menjalani latihan militer dan aku menjadi sukarelawan yang berada di garis depan untuk mati, kamu tahu … ada banyak anak-anak yang menjadi pembom bunuh diri. Sebab kami percaya hal itu adalah benar dan Tuhan adalah Tuhan yang nyata.

Saya akan buat cerita ini pendek. Saya harus melarikan diri dari negaraku. Saya melarikan diri. Membutuhkan waktu 6 bulan dari tempat asalku untuk mencapai bagian Eropa dimana aku dapat tinggal dengan aman untuk mendapatkan status. Saat saya berada diluar negara asalkupun aku mulai mengabarkan mengenai Islam. Saya berusaha membawa orang-orang kedalam Islam dikarenakan ada imbalan besar jika kamu dapat meng-Islam-kan orang lain masuk Islam.

Setelah itu aku mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mengenal keyakinan lain. Di negara asalku aku tidak mengenal agama lain, yang aku tahu adalah keyakinan Islam, suatu keyakinan dimana aku dibesarkan didalamnya. Lebih aku mengenal keyakinan lain maka lebih kuat lagi keyakinanku didalam Islam dikarenakan aku akan mengajukan pertanyaan dari Kitab Islam yang mana mereka tidak dapat menjawab pertanyaanku. Dan aku akan memberikan jawaban kepada mereka dari Kitab Islam, dari Quran.

Karena rahmat Tuhan aku dapat mencapai Kanada, mendapatkan status pengungsi di Kanada. Di Kanada aku menemukan keyakinan Mormon, Menonite. Hal yang sama, aku menghadiri pertemuan mereka dan mengajukan pertanyaan. Mereka tidak menantang pertanyaan-pertanyaan itu. Saya tidak dapat menemukan jawaban apapun juga, maka aku selalu menjelaskan kepada mereka dan meyakinkan mereka bahwa Islam adalah agama yang terbaik.

Saya menjumpai seseorang yang selalu membantu diriku dan keluargaku dan saya menanyakan kepada dirinya, “Siapa yang kamu percayai ?” Kemudian dia menjawab, “Tidak ada seorangpun. Tidak ada Tuhan. Saya hanya percaya kalau kamu melakukan kebaikan, maka kamu akan mendapatkan kebaikan juga.” Kemudian aku mengatakan, “Ya, itulah permasalahanku, saya telah bergantung kepada suatu kekuatan Tuhan. Aku mengharapkan kekuatan dari Tuhan yang sepertinya tidak terlihat. Kamu mungkin benar. Kamu melakukan kebaikan dan tidak percaya kepada Tuhan manapun juga.” Kemudian aku mulai mengarah kepada pengertian itu. Saat itu aku merasa begitu tertekan, ada peperangan didalam diriku. Bagaimana ada yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan. Di dalam diriku mengatakan, “Mestinya ada Tuhan, coba dicari lebih dan lebih lagi.”

Pada waktu itu saya bertemu dengan sekelompok yang terlihat bahagia. Kemudian mereka mengajakku ke suatu biara dan itu adalah biara Budha. Pertama kalinya saat saya sampai disana, seorang pendeta Budha mendatangiku dan mengatakan kepadaku mengenai kehidupanku. Pendeta Budha (seorang wanita) itu mengatakan kepadaku, “Kamu telah dilahirkan sebelumnya dan kamu sebelumnya adalah seorang laki-laki.” Kemudian saya berkata, “Oke, cukup masuk akal bagiku. Saya melakukan kewajiban sebagai tulang punggung keluarga yang seharusnya dilakukan oleh seorang laki-laki. Saya seorang yang berani, suka berterus terang, dan hal-hal seperti itu.” Kemudian pendeta wanita Budha itu mengatakan, “Kamu telah membunuh seseorang [dalam kehidupan sebelumnya] dan kamu tidak mendapatkan hukuman. Kemudian kamu lahir kembali sebagai seorang perempuan, dan mengalami penderitaan ini.” Saat itu saya katakan, “Itu masuk akal bagiku. Sebab aku selalu mengatakan … mengapa ? Kenapa aku mendapatkan begitu banyak penderitaan ?”

Sejak saat itu aku menjadi seorang pengikut ajaran Budha sementara waktu. Melakukan ritual agama Budha. Lagi-lagi ada suara di dalam hatiku. Pada saat aku membeli buah-buahan seperti apel dan jeruk untuk dipersembahkan kepada patung-patung. Sesuatu didalam diriku mentertawakan diriku, “Lihatlah dirimu, kamu ini seorang yang bodoh.” Dan saya tidak dapat meneruskan ritual Budha itu juga.

Setelah itu saya mulai terserang penyakit, yaitu tulang belakangku terasa begitu sakit. Suatu hari posisi tulang belakang saya begitu melengkung dan tidak bisa bangun tidur. Jadi tubuh saya tertekuk dengan rasa sakit yang luar biasa. Saya mengunjungi banyak rumah sakit untuk penyembuhan. Itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Saya selalu berteriak dikarenakan terapi penyembuhan yang sakit. Jika saya bisa bangun, maka saya hanya bisa minum obat dan tidur kembali. Saya waktu itu hanyalah seperti sebongkah daging yang bernafas. Tidak ada lagi Tuhan yang bisa aku cari. Saya telah mencoba banyak keyakinan. Apa yang pernah saya lakukan selama hidup ini adalah melakukan kebaikan kepada semua orang. Menjaga keluargaku dan melakukan banyak hal yang aku tahu dengan kebaikan kepada orang lain.

Saya pernah melakukan percobaan bunuh diri akan tetapi usaha itu tidak berhasil. Kemudian aku kembali mengkonsumsi morpin [narkoba] lagi. Hal itu menjadi lebih buruk lagi disebabkan aku tidak menikah. Saya tidak mempunyai keluarga. Tidak mempunyai anak. Saya tidak mempunyai waktu untuk memulai kehidupanku. Semua hal didalam hidupku adalah mengenai mengurus sanak saudaraku, negaraku.
Saya menantikan bahwa suatu hari nanti aku akan memulai kehidupanku sendiri, seperti menikah, mempunyai anak. Ketika mereka mengatakan, “Kamu tidak mati.” Akan tetapi diriku mengatakan, “Lihatlah dirimu sendiri, kamu seperti ‘sebongkah daging’.”

Saya saat itu berada dalam kondisi yang parah, bahkan tidak tahu bagaimana memposisikan diri kedalam mobil. Dikarenakan saya tidak dapat duduk, atau berbaring, karena tubuhku tertekuk dengan rasa sakit yang masih berlanjut.
Saya membutuhkan bantuan, dikarenakan tempat tinggal yang saya sewa begitu berantakan. Saya membutuhkan seseorang yang dapat membuang sampah, atau pekerjaan rumah tangga lain. Maka saya pergi keluar mencoba mencari seseorang, dan saya melihat seorang laki-laki yang merupakan pecandu narkoba. Saya katakan kepadanya, “Saya membutuhkan bantuan, jika kamu dapat masuk kedalam rumah dan melakukan pembersihan rumah maka aku akan memberikan kepadamu uang.” Dan dia mengatakan, “Saya bisa melakukan itu dan sebungkus rokok akan cukup sebagai imbalan.” Kemudian saya katakan, “Oke.” Maka ia membantuku memasuki rumah kontrakanku. Kami saat itu melewati suatu bangunan kecil, dan dia mengatakan, “Apakah kamu suka menari ?” Dan saya katakan, “Saya suka menari.” Dia melanjutkan berkata, “Kamu tahu, orang-orang itu sering menari dan itu gratis, kamu bisa masuk kesana dan mereka menari pada hari minggu.” Saya katakan, “Oke.” Dan saya pergi kesana pada hari minggu.

Saya masuk ke tempat itu dan mereka menari, menyanyi dan melakukan penyembahan. Seseorang menyambutku datang ke gereja itu. Saya bertanya, “Apakah ini sebuah gereja ?” dan mereka mengatakan, “Ya.” Kemudian saya bertanya, “Dimana peralatan-peralatan itu jika ini gereja.” Saya bertanya, “Dimana patung-patung kamu.” Saya belum pernah melihat gereja seperti ini sebelumnya. Ini seperti ruangan besar dimana orang-orang menari-nari. Saya memperkenalkan diri pertama kalinya. Saya memasuki gereja itu dan tentu saja saya tidak dapat menari, saya hanya duduk di lantai.

Pada akhir dari penyembahan itu, saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, [saya tidak tahu namanya]”, akan tetapi aku sebut Tuhan.” Saya hanya berkata, “Tuhan, inikah akhir dari kehidupanku. Jika Engkau ada, maka tunjukkanlah kepadaku.” Dan jika tidak ada, maka selesailah sudah. Saya sudah menyerah. Saya sudah mencoba banyak keyakinan di dunia ini. Saya sudah ke dokter dan lain sebagainya. Saya hanyalah sebongkah daging. Apakah tujuan dari semuanya ini ?” Kemudian aku hanya bisa menangis diatas lututku.

Dan secara tiba-tiba saya melihat cahaya. Cahaya itu begitu terang, begitu terang. Dan saya mengatakan, “Siapakah ini ? Siapakah ini ?” Dan kemudian Dia berkata, “Aku adalah Yesus.” Dan kemudian saya mulai menepuk-nepuk diriku, “Oh, selama bertahun-tahun didalam hidupku aku mendengar namaMu. Akan tetapi aku begitu bodoh, dan ternyata Engkau begitu nyata. Engkau adalah nyata.” Dia mengatakan, “Akulah kebenaran. Akulah kebenaran.” Dan kemudian Dia menyentuh diriku. Dia meletakkan tanganNya diatas kepalaku. Dan aku merasakan sesuatu sampai ke ujung kakiku. Saat itu aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku.
Saat itu saya hanya bisa mengatakan, “Ampunilah diriku. ampunilah diriku karena tidak mempercayai Engkau. bahwa Engkau adalah nyata.”

Ketika saya tersadar, ada seorang perempuan memegang diriku. Saya tidak menyadari ada orang-orang disekitarku saat itu. Mereka menciumku dan mengatakan, “Apakah kamu baik-baik saja ?” Saya jawab, “Ya. Ya.” Kemudian mereka berkata, “Itu adalah senyuman yang indah, dan itu senyuman berasal dari Tuhan.” Kemudian aku berkata, “Aku melihat Dia.” Dan kemudian mereka membantu aku untuk berdiri. Kemudian aku bisa berdiri dengan tegak, dan saya tidak merasakan sakit apapun. Dan aku dapat berdiri dengan tegak. Dan semenjak itu aku tidak pernah lagi ke rumah sakit selain pada saat melahirkan anakku.

Aku berjalan ke rumah dan aku tidak mau lagi tidur di ranjangku lagi. Saya hanya mau berdiri dan melakukan banyak hal. Dan saya mempunyai kehidupan yang baru. Kemudian saya melihat diriku di cermin, dimana aku bisa berdiri dengan tegak. Wajahku berbeda, saya terlihat begitu berbeda.
Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi selama seminggu. Saya pikir saya menjadi gila. Dan kemudian banyak hal jelek mulai terjadi didalam hidupku, seperti rumahku kebakaran dan lain sebagainya. Dan saya teringat saya berdiri di depan cermin dan berkata, “Saya telah melihat Dia.” Saya tidak akan kembali [ke keyakinan lama]. Saya telah melihat Dia, saya telah disembuhkan. Saya telah disembuhkan, saya bisa berjalan lagi dengan tidak merasakan sakit. Tidak ada operasi, dan saya merasakan begitu sehat. Saya merasakan kesehatan yang sangat baik didalam diriku. Sebelumnya, setiap bagian dari tubuhku terasa sakit, bahkan hatiku juga sangat terluka, emosi dan semuanya. Saya sekarang mempunyai pengharapan baru. Saya mempunyai kehidupan kembali.
Saya telah dilatih menggunakan senjata. Akan tetapi hal yang terjadi selanjutnya adalah lebih berat daripada perang psikologis. Banyak orang datang, profesor dari perguruan tinggi, orang-orang Muslim. Tiba-tiba saja banyak orang-orang Muslim dis ekitarku, dan mereka mencoba menghentikan diriku untuk bersaksi / berbicara mengenai mujizat ini. Selama 2 tahun aku berjuang ke gereja, dikarenakan mereka mencoba dengan segala cara untuk menggagalkan saya untuk dibabtis. Saya telah melihat Dia dan ini adalah kebenaran.

Sumber : Ex Suicide Bomber Testimony – ESCAPE FROM HELL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s