HATI yang BERCABANG

Renungan pagi:

1 Raja-raja 18:21:
Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: “Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.”

Kata-kata di atas adalah perkataan nabi Elia yang menegur bangsa Israel karena meninggalkan TUHAN dan berpaling kepada Baal. 

Bercabang hati adalah hati mereka tidak tertuju dan bersandar kepada satu-satunya TUHAN, tetapi hati mereka juga tertuju juga kepada Baal. Hasilnya adalah kelakuan mereka menjadi timpang. Artinya karakter mereka kadang-kadang baik, kadang-kadang buruk. Tidak ada kesetiaan. Padahal kesetiaan adalah batu penjuru karakter.

Akhirnya TUHAN menghukum mereka dengan kekeringan dan kelaparan melalui nabi Elia.

Seseorang yang bercabang hati tidaklah mungkin menjadi garam dan terang dunia. Untuk itu mari kita harus berfokus dan bersandar serta taat kepada Tuhan Yesus saja sebagai satu-satunya pengharapan kita. Jangan bercabang hati.

Tuhan memberkati. (PS)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s